Etika, Sepele Tapi Penting

perfect-guide-to-holiday-etiquette-header

  • Sopan santun di meja makan

Ajarkan anak beberapa aturan di meja makan saat mereka makan di rumah sendiri atau rumah orang lain

  • Jangan pernah menjangkau makanan yang tidak berada di hadapan, minta orang lain untuk mengopernya.
  • Apabila makanan yang berada di dalam mulut terlalu panas, jangan memuntahkannya. Ambil minum dan telan makanan tersebut.
  • Jangan berbicara dengan keadaan mulut penuh dengan makanan.
  • Bawa sendok ke dekat mulut ketimbang menunduk ke arah makanan.

Ada beberapa aturan tambahan yang perlu diajarkan saat makan di restoran

  • Jangan marah apabila menumpahkan sesuatu, pelayan akan datang untuk membersihkannya
  • Jangan ambil peralatan makan yang sudah jatuh di lantai, minta peralatan yang baru ke pelayan
  • Jangan taruh bingkisan atau tas di atas meja
  • Jangan menyisir rambut di atas meja
  • Jangan menusuk gigi secara terang-terangan
  • Sopan santun saat menjadi tamu

Ajarkan anak untuk:

  • Tidak berkunjung, kecuali memang diharapkan kedatangannya.
  • Tidak berharap untuk dilayani. Tawarkan diri untuk membantu.
  • Tidak berencana untuk menginap tanpa meminta izin kepada pemilik rumah dan orangtua sebelumnya.
  • Tidak mengganggu rutinitas keluarga yang sedang dikunjungi.
  • Tidak menambahkan beban pekerjaan mereka.
  • Pastikan mengucapkan terima kasih.
  • Sopan santun saat berada di tempat umum

Ajarkan anak untuk:

  • Tidak berjalan secara bergerombol sehingga menghalangi jalan orang lain.
  • Tidak berhenti untuk berbincang di tengah jalan, pindah ke pinggir terlebih dahulu.
  • Tidak menatap lama-lama ke orang lain dan mengejeknya.
  • Tidak mencoret-coret properti milik umum.
  • Apabila menyenggol atau menginjak orang lain, ucapkan maaf.

“The hardest job kids face today is learning good manners without seeing any”- Fred Astaire.

Oleh karena itu, jadilah contoh yang baik bagi anak-anaknya, khususnya dalam hal etika ya Mommies agar mereka semakin mudah untuk mempraktikkannya :D


5 Comments - Write a Comment

  1. Tantangannya kadang justru malah datang dari lingkungan keluarga sendiri. Uda capek-capek ngebiasaain anak untuk beretika yang baik, pas kita lagi ingetin anak, malah dikomentarin, “Uda, biarin aja, namanya juga anak2″. Otomatis anak merasa dapet pembelaan dan nyuekin kita deh -.-” padahal kalo ntar anak kita gede, terus berlaku yang kurang baik menurut lingkungan, pasti ujung2nya dikatain, “Itu waktu kecil ga pernah diajarin yang bener sama ortunya kali”, hhhhhhhhhhhhh

Post Comment