Sebelum Posting Foto Anak Di Sosial Media..

group of happy finger smileys with speech bubbles 2*Gambar dari sini

Suatu hari suami saya bilang, “Langit kayanya udah keseringan nongol fotonya di internet, deh”.

Saya pikir-pikir, iya juga ya. Sebagai ‘Modern Mommy” *ceile*, saya punya Twitter, Instagram, Blog pribadi (dulu malah di Multiply juga) belum lagi foto Langit di Mommies Daily. Wuih! Mulai dari dia brojol ke dunia sampai ia SD, lengkap-kap-kap…

Omongan suami saya bikin saya sadar, apakah saya oversharing tentang Langit (dan kehidupan saya) di sosial media?

Kalau dirasa-rasa, memang kebanyakan, sih. Tapi ada beberapa hal (terutama foto) tentang anak yang vorbidden banget buat saya share di sosial media. Ini di antaranya:

  • Foto anak di depan sekolah

Kalau di dalam sekolah, masih oke lah ya. Tapi di depan sekolah, di mana plang nama sekolah dan alamatnya terpampang nyata, saya berusaha menghindarinya. Kenapa? Apa lagi kalau bukan alasan keamanan.

Mungkin yang saat ini saya lakukan, belum ‘mengamankan’ Langit 100% karena saya masih suka bercerita tentang sekolah Langit. Mudah-mudahan ke depannya saya bisa mengerem kebiasaan ini.

Hal ini juga berlaku saat kita mau posting foto anak dengan seragam sekolah di mana alamat dan nama sekolahnya terbaca dengan jelas, ya.

*brb, hapus postingan di socmed dulu*

  • Foto Langit bersama anak orang lain

Kalaupun ada di sosmed saya yang saya posting Langit bersama temannya, itu berarti saya sudah minta izin ke orangtuanya untuk mempublikasikan foto tersebut. Mungkin sosial media pribadi saya nggak se-heits selebriti, tapi bukankah, lebih baik mengantisipasi daripada terjadi sesuatu?

  • Nude photo

Melihat foto bayi atau anak lagi mandi atau hanya memakai popok saja memang menggemaskan, ya? Apalagi kalau sampai mengundang komentar yang membuat orang lain memuji anak kita, wuah! Senangnya bukan main, pasti.

Tapi saya yakin, Mommies pasti tahu kan, bahaya apa yang mengintai di luar sana? Bukan, bukan masalah penculikan atau apa, deh. Tapi pedofil yang mengintai anak-anak kecil seperti anak kita. Bayangin, kalau foto anak kita ‘dicuri’ lalu dijadikan objek seks mereka? “Ah, fotonya doang ini!”. Kalau saya sih, nggak mau berpikir begitu. Better safe than sorry.

Baca artikel Say No To Naked Baby Pics on Socmed!

Minta izin sama anak saat akan publikasi fotonya? Harus ya? Coba baca di halaman selanjutnya!


8 Comments - Write a Comment

    1. Kiii, gue baru2 ini aja pake loc detect, itu juga biasanya pas upload yang makanan, hahaha.. Jadi lebih ke tempat umum. Kalo pas di rumah atau tempat yang biasa dikunjungi sama anak (sekolah, tempat les, dkk) nggak pake gitu2an.

  1. Hmmm.. Ini nih yang bikin jadi milih-milih banget kalo mau posting foto anak. Apalagi waktu itu di salah satu seminar bu Elly juga pernah disinggung tentang ini. Jadinya makin milih-milih deh. Emang sih dulu pas awal baru lahiran kayaknya dikit-dikit posting. Tapi makin kesini makin jarang. Mending posting selfie diri sendiri aja kali yah *lalu di unfollow massal* :D

    Masalah posting foto sama nama lengkap juga kayaknya gak pernah.. Di blog juga gak pernah publikasi nama lengkap anak. Aduh bahaya banget kalo buat aku. Mungkin maksudnya cuma mau kasih tau arti nama anaknya, tapi buat aku itu riskan banget. Kalo di twitter/instagram/path memang aku masih posting nama anak (walau bukan nama lengkap) tapi kalo di blog, udah pake K1 dan K2 aja. Biar lebih aman. :)

    Sampai sekarang, Alhamdulillah gak pernah “check in” juga di sekolah anak. Soalnya buat aku itu big No No banget. Percuma kita gak nulis atau tag foto anak di sekolahannya tapiiii.. Kita sering check in di sekolahannya. Sami mawon atuh. Biasanya check in ya di mol.. Pas lagi sendirian ikutan workshop/seminar atau lagi jalan sama suami.

Post Comment