Ibu Bekerja ASI Tetap Lancar? Ini Caranya!

Dulu, rasanya antara bekerja dan memberi ASI eksklusif itu sebuah pilihan. Cuma bisa salah satu. Bekerja adalah vonis akhir dari pemberian ASI secara kontinu, digantikan oleh susu formula (sufor). Ada ibu-ibu yang beruntung sepulang kerja tetap menyusui, bayi tetap mau menyusu sampai saatnya menyapih walau pas ditinggal bekerja minum sufor dari dot. Tapi lebih banyak yang akhirnya menyusui terhenti di tengah jalan. Kebanyakan karena bingung puting yang kemudian memicu penurunan daya hisap yang berimbas ke penurunan produksi ASI.

M

Itu cerita lama, sekitar 10 tahun yang lalu. Mulai kira-kira 5-6 tahun lalu, semangat dan pengetahuan mengenai manajemen menyusui dan ASI perah (ASIP) sudah banyak menjangkau para ibu. Setidaknya sekarang ibu tahu bahwa ASI bisa diperah dan disimpan, bahkan dibekukan dengan masa simpan bisa berminggu-minggu jadi bisa dikonsumsi bayi saat ibu bekerja. Tapi sayangnya masih banyak tempat kerja yang belum ramah ibu menyusui (busui). Padahal dengan mendukung busui, banyak keuntungan yang ikut dirasakan perusahaan. Misalnya:

  • Anak terjaga sehat, ibu tenang, produktivitas kerja tinggi.
  • Anak jarang sakit, uang tunjangan kesehatan tidak terpakai.
  • Anak yang jarang sakit juga membuat hari kerja ibu penuh, jarang absen.
  • Image positif perusahaan yang family friendly.

Bila manajemen kantor belum bisa memberi dukungan maksimal , setidaknya sang ibu sendiri sejak masa kehamilan bisa mulai mencicil keperluan persiapan memerah, menyimpan, dan memberikan ASIP saat kembali bekerja. Yang dibutuhkan biasanya:

  • Pompa ASI. Tapi bila ibu bisa memerah manual dengan tangan, itu lebih baik karena payudara bisa lebih kosong dan produksi kembali juga bisa lebih banyak.
  • Apron, bila membutuhkan penutup saat memerah ASI.
  • Cooler box dan ice gel bila tidak ada kulkas di kantor sebagai tempat penyimpanan ASIP sebelum sampai di rumah.
  • Media pemberian ASIP. Dot tidak disarankan karena rawan memicu bingung puting yang kemudian bisa berlanjut menjadi nursing strike atau mogok menyusu. Media yang direkomendasikan adalah sendok atau cup feeder karena mekanisme minum melalui media ini mirip dengan menyusu langsung.
  • Plus harus dipikirkan juga siapa yang akan memberikan ASIP selama ibu bekerja. Pemberian ASIP melalui media non-botol biasanya membuat pengasuh nggak sabar karena di awal-awal belajar memerlukan waktu yang lama dan ketelatenan tinggi.

Update ilmu tentang ASI dan ASIP