Boneka Kesayangan

Behavior & Development

donakamal・27 Oct 2014

detail-thumb

Anak laki-laki kok main boneka? Emang gak boleh ya anak laki-laki main boneka?Sejak bayi Gendra sudah saya beri boneka dan menurut saya boneka bukan hanya mainan anak perempuan. Tentu saja boneka mainan Gendra bukan sejenis Barbie seperti mainan anak perempuan ya, boneka mainan Gendra sebagian besar adalah boneka binatang.

Boneka pertamanya berbentuk koala kecil pemberian tetangga oleh-oleh dari Australia. Awalnya Gendra suka sekali dengan boneka ini. Koala kecil ini selalu dipegang-pegang, kalo mau tidur juga harus pegang Koala dulu. Walaupun sudah dibelikan boneka lain: harimau, kelinci, dan mario bross, Gendra tetap kecantol sama si koala kecil ini. Kelengketan Gendra dengan Koala kecil berakhir setelah ia bertemu dengan boneka baru, Jerapah.

Bisa dibilang, boneka jerapah ini adalah pilihan Gendra sendiri. Waktu itu, saat sedang ke mal kami mampir ke toko pernak-pernik yang memajang boneka. Gendra antusias melihat banyak boneka warna-warni dipajang (saya gak ingat pastinya berapa bulan umur Gendra waktu itu). Ketika mendekati Si Jerapah yang waktu itu lagi nangkring di rak tengah toko, Gendra makin antusias. Dia "ah eh ah eh" sambil menunjuk-nunjuk. Ketika dibawa menjauh dari Si Jerapah untuk melihat-lihat boneka lain, badannya memutar mengajak kembali mendekati Si Jerapah. Saat diambilkan Si Jerapah ini, ia sumringah. Jadilah akhirnya saya membeli boneka jerapah ini.

Setelah Si Jerapah ini resmi menjadi teman Gendra di rumah, Koala tersingkir. Gendra menjadi lengkeeett sekali dengan Jerapah ini. Ke mana-mana dibawa. Mau nenen pun harus sambil peluk Jerapah. Kadang, setelah main beberapa jam dengan teman-temannya atau main mainan lain, ia kembali mencari Si Jerapah lalu mencium-ciuminya. Seperti ibu yang kangen dengan anaknya setelah lama gak ketemu.

Gendra semakin mengembangkan kedekatannya dengan Jerapah totol-totol ini ketika pada suatu waktu, selama sebulan saya pernah menitipkannya dengan tetangga, karena ibu saya yang biasanya mengasuh Gendra harus pulang ke kampung halaman. Selama sebulan itu, saya melihat Gendra seperti makin tergantung dengan Si Jerapah, terutama saat saya harus meninggalkannya untuk bekerja.Bahkan tetangga saya ini pernah bilang kalau saat mandi aja Gendra nangis kalo Si Jerapah gak dibawa ke kamar mandi. Padahal sebelumnya, kedekatan Gendra dengan Jerapah gak seekstrem itu loh. Lalu saya jadi kepikiran, apa prilakunya ini muncul karena perasaan insecure karena ia terpaksa saya titipkan ke orang yang tidak familiar buatnya?

Si Jerapah yang tadinya warnanya cerah bersih, kini menjadi butek karena sering dibawa ke mana-mana. Ekornya sudah mau copot. Bagian lehernya pun sobek. (Tapi sekarang udah dijahit, sih.). Rencana untuk mencuci Si Jerapah ini mundur-mundur terus mengingat ini adalah benda wajib ada kalo Gendra mau nenen atau tidur.

PR besar buat kami saat ini adalah: gimana caranya "menculik" sebentar Jerapah ini untuk dicuci tanpa harus membuat Gendra nangis karena kehilangan "mentil"nya? Ada yang bisa menyumbangkan saran?