Motherhood Monday : Putri Langka, Berperang Melawan KDRT

“Hal terbaik yang bisa dilakukan oleh para ayah adalah mencintai istri mereka. Karena hal ini akan menjadi role model untuk anak-anaknya.”

Siapa yang setuju dengan kalimat di atas? Saya yakin 100%, pasti semua Mommies setuju dengan kalimat yang dilontarkan Maharani Ardo Putri Msi. Psi, atau yang lebih akrab disapa dengan Mbak Putri Langka. Iya, kan?

IMG-20141024-WA0004Apa yang dikatakan Mbak Putri di atas memang bukan tanpa alasan. Hal ini berkenaan dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang masih banyak terjadi. Oleh karena itulah, Mbak Putri menekankan kalau seorang ayah harus mampu memberikan teladan yang baik untuk anak laki-lakinya.

“Ketika seorang suami melakukan kekerasan pada istrinya, anak akan berpikir, ooo… kalau jadi laki-laki atau suami bisa melakukan hal itu, ya? Anak perempuan juga berpikir kalau mereka bisa diperlakukan seperti itu. Walaupun ada juga yang berpikir sebaliknya. Tapi presentasinya lebih kecil jika dibandingkan dengan anak-anak yang akhirnya menjadikan orangtua mereka sebagai role model,” begitu paparnya ketika saya temui di ruang kerjanya, di Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila.

Mbak Putri memang salah satu psikolog yang concern dengan masalah KDRT. Ia tergabung dalam Yayasan Pulih yang memang banyak bergerak dibidang pemulihan. Baik karena bencana alam, konflik, ataupun KDRT di mana pelakunya itu memang lebih banyak laki-laki.

Saya sendiri sudah cukup lama mengenal salah satu Dekan Fakultas Psikologi, Universitas Pancasila ini. Bisa dibilang, Mbak Putri merupakan psikolog yang sering saya wawancara untuk berbagai artikel yang saya tulis, termasuk untuk keperluan buku ke-2 Mommies Daily yang mengulas soal Me Time.

Waktu ngobrol, Mbak Purtri bercerita kalau saat ini ia sedang menggalakan gerakan ‘Lelaki Peduli’. Apa itu? Simak petikan obrolan saya dengannya, ya…

Ceritain, dong, Mbak soal gerakan ‘Lelaki Peduli’…

Sebenarnya teman-teman saya di Yayasan Pulih yang sedang menggalakan gerakan ini, ‘Lelaki Peduli’. Sebuah gerakan yang mengajak para ayah untuk terlibat dalam pengasuhan. Bagaimana, sih, cara kita mengasuh anak alaki-laki supaya nanti di ke depannya tidak mengedepankan emosi-emosi yang agresif.

Hal ini nggak terlepas karena pelaku KDRT itu lebih banyak laki-laki?

Iya, makanya kita juga sangat concern dengan anak laki-laki, karena memang semuanya ini harus diawali dengan pengasuhan dan intervensinya harus dimulai dari awal. Yayasan Pulih ini juga bekerja sama dengan beberapa fakultas, salah satunya dengan Fakultas Psikologi Pancasila. Harapannya gerakan ini lebih terdengar ke area publik yang lebih luas. Maunya sih membuat seminar dengan mengundang guru-guru, sekolah, termasuk dengan anak-anaknya juga dengan pembicara dari kami. Kapan-kapan, boleh, ya kita kerja sama.

Selanjutnya: Kenapa perempuan sulit keluar dari lingkaran KDRT?