Obat Ilegal Di Berbagai Sosial Media

Beberapa hari lalu, saya kaget karena salah seorang teman mengunggah info gambar sebuah akun di Instagram yang menjual obat aborsi. Sebelum saya repost dan sebarkan kegundahan, saya re-check dulu ke IG. Begitu dicari, ketemu akunnya! Saya lemas. Lebih bikin deg-degan lagi, pas Kirana menunjukkan kalau kita search menggunakan hashtag #obataborsi maka akan keluar banyak akun-akun yang menjual obat tersebut. Waktu menunjukkan info tersebut ke WA group Mommies Daily, reaksi kami semua sama: prihatin. Saya kemudian berpikir, betapa mengerikannya hidup belakangan ini.

aborsi1

Aborsi merupakan sebuah proses penghentian kehamilan yang bisa dilakukan dengan sengaja atau spontan. Ada banyak risiko yang mengiringi tindakan aborsi ini. Sebut saja penipisan dinding rahim, infeksi rongga panggul, infeksi leher rahim, infeksi pada alat kelamin dan reproduksi karena kuretasi dilakukan dengan alat yang tidak steril, kerusakan leher rahim, hingga pendarahan hebat yang bisa menyebabkan kematian. Aborsi yang dilakukan dengan sengaja tanpa indikasi medis apapun merupakan tindakan ilegal.

Terlalu banyak resiko yang akan ditanggung oleh pelaku aborsi, secara fisik maupun mental. Karena saya pernah mengalami keguguran spontan akibat blighted ovum dan tahu bagaimana rasa sakit dan sedih yang saya rasakan, saya jadi takut sendiri membayangkan perempuan yang hamil diluar nikah dan sibuk mencari obat penggugur kandungan di pasar bebas. Mereka terlalu sibuk untuk mencari jalan pintas akibat kelalaian yang mereka lakukan sendiri, tanpa berpikir panjang resiko yang menghantui hidupnya nanti.

Kalau dulu saya gemas melihat toko online yang berjualan pemutih tubuh dengan model anak-anak, kali ini saya merasa geram dengan mereka yang dengan enaknya berjualan obat ilegal yang bisa membahayakan nyawa. Dulu saya tidak ingin berkomentar soal kampanye “Safe Sex” yang banyak menimbulkan protes. Protesnya berupa kecaman bagaimana mungkin pemerintah melegalkan seks bebas dengan mengedukasi dan membagikan kondom gratis?

Oh well, saya juga tidak setuju dengan sex before marriage, tapi sekarang saya berani bilang kalau kampanye Safe Sex ini memang diperlukan. Jika tidak, terbayang nggak bagaimana penjual obat aborsi online itu bisa panen terus? Berapa banyak yang ingin dikorbankan hanya untuk menyelamatkan rasa malu akibat hamil diluar nikah? Nggak cuma malu, tubuh juga akan menerima risiko yang tidak bisa diabaikan. Coba, deh, iseng ketik “aborsi’ di Google. Pasti kaget melihat betapa banyaknya penjual obat aborsi yang bebas di dunia maya ini. Coba lihat akun twitter @obataborsi dan jangan kaget melihat testimonial pembeli yang diunggah oleh si penjual. Siap-siap mengerutkan dahi, ya.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Baca di halaman berikut, ya.


6 Comments - Write a Comment

  1. kalo tinggal di jogja, atau lg jalan2 ke jogja.. yg beginian sih banyak bertebaran dimana2.. udah pemandangan umum sepanjang jalan.. tulisannya “terlambat datang bulan? ingin datang bulan lancar? hubungi no xxx” & semacamnya.. itu ditempel di tiang2 listrik, lampu2 jalan, lampu2 merah..
    sejak jaman saya remaja, sampai sekarang punya anak 2.. jenis tulisannya ya begitu, gak berubah.. gak tau deh kenapa orang2 sampai bs punya bisnis beginian & yg disayangkan jg pasiennya emang banyak.. speechless deh..

Post Comment