Kamusnya Orangtua

parenting*Gambar dari sini

Sekarang bukan lagi zamannya tabu untuk membicarakan seks sama anak. Meski untuk memulainya tentu saja memang bukan hal yang mudah. Seperti di saat keluarga bilang penis dengan ‘burung’ atau vagina dengan ‘dompet’ . Dari situ saja berbagai macam lirikan sudah ada :-)

Di keluarga kami, saya khususnya, memulai untuk menamakan sesuatu sesuai namanya saja. Memang awalnya sedikit kelu dalam pengucapannya, tapi mungkin karena belum terbiasa.

Selain itu, pernah ga Mommies menghadapi situasi ini:

Anak:  “Miii, aku asalnya dari mana sih?”
Ibu parno macam saya pastilah keringet dingin pas ngadepin anak bertanya seperti itu. Padahal ketika ditilik lebih lanjut lagi, anak meneruskan kalimatnya, “Iya, Mi, tadi temenku nanya, dia asalnya dari Malang, kalau aku darimana”.
Hohohoho *lap keringet*

Beberapa waktu yang lalu pernah ikut seminar bu Elly Risman, ada kiat dari beliau ketika perlu menjawab pertanyaan anak.
Seperti gambar di bawah ini:

  • Tenang dan kontrol diri kita.
  • Tarik nafas panjang dan take it easy.
  • Cek pemahaman anak, “Apa yang kamu tahu tentang itu (hal yang ditanyakan anak- red)?”
  • Apa yang kita rasakan mengenai pertanyaan tersebut?
  • Tentukan jawab atau tidak.

 

Jika Mommies menentukan untuk menjawab, maka:

  • Tangkap inti pertanyaan.
  • Yang terbaik, kaitkan dengan norma agama.
  • Kaitkan dengan seseorang yang dikenal atau dekat dengan anak.
  • Ingat KISS: Keep It Simple and Short.
  • Gunakan the golden opportunity.

Kiat tersebut, berguna banget untuk menghadapi pertanyaan dari anak-anak. Terutama, cek pemahaman anak, paling nggak dengan ini kita bisa tahu, apa sih yang dimaksud dengan anak kita?

Di rumah, saya juga menyediakan kamus tentang seks. Bagi saya, pilihannya, anak tahu dari rumah, alias dari kita sebagai orangtua atau anak tahu dari orang lain, media lain.

Anak saya paling besar, umur 9th, pastinya sedang punya keingintahuan yang banyak, semakin besar umur, pergaulan dan sebagainya, informasi yang didapat juga beragam. Sebagai orangtua, tugas kita salah satunya sebagai kamus anak, apa sih,  yang dibutuhkan anak ketika dia dihadapi dengan berbagai macam keingintahuan.

Pertanyaan lain dari anak saya, nih: “Mii, apa sih gay itu? Kalo lesbi apa? Masturbasi apa?” *brb pingsan*.

Kalau orangtua saya dulu, mungkin saya bakalan ‘dimarahin’, “Ngapain nanya-nanya gituan” :D. Kalau zaman sekarang, anak dimarahin, konsekuensinya mereka akan nyari info di tempat lain atau orang lain yang kadang bisa saja malah memanfaatkan untuk memberikan info yang salah.

Menurut Ibu Elly Risman, apapun pertanyaan anak, selalu kunci dengan norma agama. Karena sekarang kita sedang ‘panen’ dengan hal-hal yang menyesakkan hati dan jiwa. Orangtua memang membuat kita harus belajar lagi. Caranya? Ikut aneka seminar, membaca banyak sumber yang terpercaya, serta bertanya. Itu yang menjadi kamus saya selama menjadi orangtua. Bagaimana dengan Mommies? Punya kamus sendiri, nggak?

 


Post Comment