Waspada Di Kolam

Sembari momongan menonton Disney Junior (iya, saya memang tidak anti TV), otomatis saya ikut nonton. Terlintas kartun pendek tentang pelajaran mengenai keamanan dan keselamatan yang saat itu bertema Keamanan Saat Berenang. Ah, bagus, nih, pikir saya, karena sampai hari ini saya masih sering mendengar berita anak-anak (dan dewasa) yang mengalami kecelakaan saat berenang dan berakibat fatal. Belum tentu tidak bisa berenang, lho, mereka. Nah, apalagi bagi anak-anak yang belum bisa berenang, tentu harus lebih ketat diawasi saat berada di daerah perairan.

Familyswimming3*Gambar dari sini

Poin-poin yang disebutkan dalam acara Safety Patrol tersebut lebih ditujukan untuk keamanan diri sendiri dengan fokus anak-anak usia TK-SD. Di antaranya:

  • Tutup akses.

Tutup pintu atau akses ke arah kolam atau perairan dari anak yang lebih kecil/balita. Jadi saat berada di kolam, terutama kolam pribadi atau kolam ikan sekalipun, pastikan lokasi tersebut tidak mudah dijangkau balita. Kalau ada pintu, pastikan pintu tersebut tidak mudah dibuka tutup oleh balita tanpa bantuan orang dewasa atau anak yang lebih besar yang sudah paham keamanan.

  • Pengawasan orang dewasa.

Menekankan bahwa anak-anak hanya boleh berenang saat ada orang dewasa di sekitarnya yang mengawasi. Pastikan orang dewasa tersebut memang mengawasi benar-benar. Tinggalkan dulu gadget dan lainnya yang bisa mengganggu pengawasan. Akan lebih baik lagi bilang orang dewasanya bisa berenang dan menguasai dasar-dasar penyelamatan di air dan tata laksana kecelakaan tenggelam.

  • Alat pengaman.

Untuk anak (dan dewasa) yang belum bisa berenang, sebaiknya menggunakan perangkat keselamatan seperti arm bubble atau rompi keselamatan yang khusus untuk berenang. Perhatikan bahwa ada rompi keselamatan yang tampilannya mirip dengan yang untuk berenang, tapi tidak bisa membantu mengapung.

Ukuran dari tidak bisa berenang sama sekali adalah tidak bisa mengapung sendiri tanpa bantuan. Tingkat selanjutnya adalah bisa mengapung sendiri dan bergerak mengarah ke tepi tanpa bantuan.

  • Tidak berlarian di sekitar kolam atau perairan.

Lari-lari atau kejar-kejaran di sekitar kolam yang licin selain rawan jatuh terpleset dan terbentur, bisa tercebur ke kolam juga. Lebih fatal akibatnya bila saat tercebur dalam keadaan tidak sadar karena sebelumnya terbentur di kepala.

  • Peregangan sebelum berenang.

Sudah pandai berenang bukan berarti pasti selamat di kolam atau perairan. Tidak sedikit saya dengar berita anak-anak maupun orang dewasa yang bisa berenang, bahkan bisa dibilang jago, tetap mengalami kecelakaan saat berenang. Nah, salah satu penyebabnya adalah kram mendadak. Untuk menghindari kram, disarankan melakukan sedikit peregangan otot sebelum masuk ke kolam renang.

Yang terakhir, jangan lengah dan saling mengawasi saat outing bersama di area kolam atau perairanpool partying, atau cruising. Selain anak-anak, perhatikan juga orang dewasa yang nampak menyelam lama/tidak muncul ke permukaan di waktu yang wajar. Perenang yang memiliki bawaan penyakit jantung rentan terkena gangguan jantung saat berenang dan bisa berakibat fatal jika tidak segera tertolong.

Selalu waspada ya, Mommies, saat di sekitar kolam atau perairan!


Post Comment