The Other Blues: Kakak Blues

Ada yang beda dengan masa kehamilan kedua yang baru berlalu. Kalau enam tahun lalu, ketika mulai hamil Igo, saya melahap What to Expect When You’re Expecting karena ingin supersiap dengan kondisi baru … ketika hamil Gya, saya lebih concern dengan kondisi mental Igo sebagai calon kakak. Buat saya dan suami memang bukan pengalaman pertama, tapi lain halnya buat Igo.

Belajar dari pengalaman sendiri yang dulu selalu dikondisikan sebagai kakak-yang-harus-mengalah-sama-adik dan selalu diganggu-ganggu dengan hasutan orangtua nggak sayang lagi, deh, sama saya kalau sudah ada adik … saya nggak mau itu terjadi pada Igo. Sudah jadi tantangan saya dan suami untuk menyiasati kondisi baru kami. Selelah-lelahnya saya pulang kerja, semabuk apa pun all day sickness waktu itu … saya pokoknya harus bisa meluangkan waktu ekstra untuk Igo. Sambil main, saya jelaskan dengan santai enak dan nggak enaknya kondisi baru keluarga kami. Kadang Igo terlihat paham, kadang dia menatap saya nanar. Haha. Namanya juga anak-anak.

Akhirnya tiba waktu Gya lahir, waktunya mempraktikkan teori yang selama ini kami jelaskan ke Igo. Sama seperti waktu tahu saya hamil, Igo super excited. Dia memang minta adik, laki atau perempuan menurutnya sama, “… yang penting adik sama ibu sehat.” Igo kakak siaga banget, deh. Siap dimintai tolong kalau saya lagi repot dengan adiknya. Banyak orang berkata kalau ibunya lagi hamil, si calon kakak akan bertingkah. Jadi lebih manja, misalnya. Tapi itu nggak terjadi pada Igo. Wajar, dong, kalau saya berpikir, “Wah, mulus banget, nih, prosesnya.” Dan ternyata saya terlalu cepat mengambil kesimpulan …

IMG-20141004-WA0017

Ada perubahan dalam sikap Igo. Bukan cemburu buta sampai ia kesal dan menjahili Gya, ya, tapi lebih kepada merasa dirinya harus berbagi spotlight. Kalau Nenna (ibu saya) mencium-cium Gya sambil tiduran, Igo pasti datang lalu memaksa tiduran di antara Nenna dan Gya. Atau ketika ayahnya sedang ngobrol dengan Gya, Igo pasti nyelip di antara mereka. Alasannya dia juga mau ikut ngobrol.

Contoh lainnya, dia sengaja lari-lari keliling rumah sambil teriak-teriak. Dia tahu kami nggak akan menegur dia dengan alasan Gya lagi tidur karena mau membiasakan Gya harus bisa tidur dalam situasi apa pun. Pokoknya caper bangetlah kelakuannya. Belum lagi Igo dan Gya punya jadwal berbeda; giliran Igo tidur siang, Gya melek atau sebaliknya. Igo suka kesal kalau dia tidur, Gya sedikit rewel karena bosan ditaruh di tempat tidur. Atau ketika Gya tidur, Igo main Lego sambil berkhayal dengan volume suara cukup kencang. Kadang kalau sabar ini lagi panjang, saya bisa bicara pelan. Namanya punya bayi pasti kurang tidur, jadilah si sabar kadang pendek banget, bikin nada bicara hampir selalu tinggi. Haha. Tidak jarang juga saya mendadak mewek karena merasa bersalah marah-marah melulu ke Igo. Mana hormon lagi naik-turun, kan? Duh, kok, nggak ada yang cerita soal kakak blues, siiiih.

Apa? Apa itu kakak blues? Lihat di halaman selanjutnya, ya!


8 Comments - Write a Comment

  1. Ugh, iya, gue curiga ini yang lagi terjadi ama si ‘kakak’ Maryam. Adeknya belum brojol, tapi capernya udah keliatan over. Sempet bingung, ni anak kenapaaa lagi. Untungnya, ada seorang temen yg profesinya Psikolog pendidikan ngasih tau, kalo bisa jadi si kakak sedang caper karena (mungkin) cemas dengan excitement ortunya menyambut adek. TFS the tips ya bu. Mudah2an bisa mulus dipraktekkin nanti :D

  2. Eyalaaah, Man…. mesti belajar banyak nih sama elo. Meskipun sekarang Bumi bawel banget minta adik, sering bolak balik tanya kapan aku punya adik, ternyata emang belum bisa dijadiin indikator kalau dia udah siap berbagi dengan adiknya, ya.

    Harus mulai nyusun strategi bagaimana mengatasi kakak blues, nih. Tapi, strategi utama sekarang, gimana caranya ngejadiin adeknya Bumi aja dulu kali, ya :)))

    1. Tapi setidaknya konsep punya adik itu dia sudah bisa paham, Dis. Gpp, sih, tinggal dijelaskan pelan-pelan dan berulang. Asal jangan dibahasakan bahwa kondisi berubah itu karena kehadiran adik, nanti dia akan berpikir punya adik itu ngerepotin.

  3. Sama banget dengan yg kami alami mbak :) Saya kira karena pas hamil si kakak tampak happy bakal punya adek, semua akan mulus… Ooo… ternyata saya salah… Si kakak drama banget begitu adeknya lahir. Mulai nangis pas liat saya nyusuin adeknya diRS sampai mau nginap dirumah tetangga n pembantu saat si adek sudah dirumah… sedih banget saat itu, sampai saya nangis2 peluk si kakak.. Tapi untunglah, lama kelamaan si kakak bisa beradaptasi, sekarang dia sayang sekali sama adeknya *hela napas..

  4. Ini bener2 kejadian yg lg aq alami,selama hamil zavier si abang zidan excited bgt tiap sebentar peluk mami nya cium perut maminya,pas adek lahir mulai lah semua cemburunya,capernya,dan terkesan jd nakal,kdg sedih jg liat si abang,sebelumnya nurut kl ngmong lunak tp pas ada adeknya,capernya kelewatan bahkan mmg nguji “si sabar”.

Post Comment