Perjuangan Tanpa Akhir Untuk Bergaya Hidup Sehat

woman-food-choice-121107*Gambar dari sini

Dari dulu saya suka baca dan (mencoba) menerapkan gaya hidup sehat, terutama soal makanan. Apalagi setelah punya anak, makin getol saya mengumpulkan informasi tentang kesehatan (makanan sehat), baik untuk saya dan (apalagi) untuk anak saya.
Dalam praktiknya, apa yang saya baca rasanya kok susah untuk diterapkan. Meskipun sebabnya adalah kurangnya kontrol diri untuk tidak konsumsi makanan yang kurang sehat. Mulai dari kopi, karbohidrat yang berlebihan, gula tambahan, cemilan manis, kue-kue… *ehem*

Sementara konsumsi sayur dan buah rasanya kurang dari seharusnya. Lauk yang sehari-hari termakan adalah apa saja yang tersedia di rumah. Kebetulan masih mengandalkan ibu yang menyediakan masakan, dan dengan jumlah anggota keluarga yang ada, ibu biasanya masak yang bisa untuk pagi sampai sore, atau yang sisanya masih akan enak untuk dikonsumsi esok hari setelah dipanaskan.

Sebutlah masakan bersantan, oseng-oseng/tumisan, lauk kering (goreng-gorengan), dan nggak lupa, sambal.. Nah, sambal inilah musuh utama saya dalam perjuangan mengurangi konsumsi karbohidrat alias nasi. Istilahnya nih, walau lauknya cuma tempe goreng tapi kalau ada sambal, nasinya bisa sebakul! Dalam keluarga saya, sambal ini sudah bisa dibilang menu sehari-hari. Entah sambal lombok goreng ( sambal tomat ), sambal bawang, sambal terasi, you name it..

Sejak ketemu artikel-artikel Mommies Daily, semakin kuat kemauan saya untuk lebih menerapkan gaya hidup sehat, termasuk mengurangi konsumsi makanan yang berisiko untuk kesehatan.

Meski belum bisa sepenuhnya sarapan bernuansa buah dan sayur, atau malah green smoothies, sebisa mungkin saya nggak konsumsi nasi di pagi hari. Seringnya sarapan urap (sayuran rebus dan sedikit sambal kelapa atau sambal tumpang, beli di tetangga sebelah), atau pisang dan cereal (untuk yang ini, kalo masih lapar, ngemil biskuit :D ), plus minum air putih hangat.

Cheating saya yang belum bisa saya hilangkan *sigh* adalah ngopi di pagi hari, sesampainya di kantor. Memang katanya konsumsi kopi selama nggak berlebihan nggak apa-apa. Idealnya yang disarankan adalah kopi tubruk, tanpa gula atau dengan gula yang minimalis. Tapi saya ga bisa *excuse*.

Saya nggak bisa ngopi kalo bukan kopi instan. Meski tau kalo di situ ada gula tambahan, ada creamer-nya, dsb. Hibur saya, tak apa lah, toh masih dalam batas aman, sekali saja setiap hari, di pagi hari. :D

Lanjut di jam kerja, ada saja teman yang pasti menawari cemilan. Di kantor ada 2 teman yang sedang menyusui, dan merasa sah-sah saja untuk bawa cemilan dengan alasan mudah lapar. Ada teman yang memang hobi ngemil, katanya dengan ngemil bantu konsentrasi kerja *bener ga sih ?*

Dan demi kesopanan, mereka selalu menawari cemilan yang mereka bawa ke teman-teman yang lain, termasuk saya. Dan demi kesopanan juga *padahal doyan*, saya pun pada akhirnya akan ikutan ngemil. Hibur saya, ah, cuma dikit, ga berlebihan, masih batas aman untuk memenuhi kebutuhan kalori karena memang jamnya ngemil.. :D

Sore pulang kerja adalah waktunya kelaparan melanda. Ga mungkin mampir jajan, karena seringnya pulang kerja terburu-buru jemput anak pulang les. Alhasil sampai di rumah, segera liat meja makan, ibu masakin apa. Dan terbawa keroncongan perut, apapun lauk yang ada rasanya uenak dan uenak banget… :D

Ah, ga apalah, toh makan sudah di sekitar jam 18.00 – 18.30, anggap itu makan malam, dan bertekad setelah jam itu ga akan makan apapun lagi, termasuk ngemil.

Tekad tinggal tekad. Jam 9 malam, ada gerobakan lewat depan rumah, jualan cemilan segala macam: gorengan, nasi bungkus, semangka iris, pisang, kacang rebus, dsb. Dan anak saya seperti biasa akan beli semangka dan pisang. Saya pun ikutan, beli semangka *buah, kan?* daaaaaannn… gorengan… x_x

Hampir setiap hari seperti itu, dan setiap kali saya merasa melanggar komitmen, batin saya berbisik, “Nggak apa-apa, masih batas aman, ga berlebihan”.

Ke mana niat dan tekad saya untuk hidup lebih sehat ? Semua terkalahkan setiap kali dengan menghibur diri seperti itu *sigh*.
Semua tekat saya untuk hidup lebih sehat masih dalam masa-masa perjuangan. Semoga dengan makin banyak membaca Mommies Daily dan (mencoba) menerapkan dalam kehidupan sehari-hari akan makin membuat saya lebih sehat lagi dan lagi. Amiin.. :)

Ada Mommies yang senasib dengan saya?


Post Comment