Editor’s Letter: For Our Life Partner :)

Halo,

Setiap menulis editor’s letter, saya seperti nggak percaya. Sudah masuk bulan baru lagi! Ya, rasanya bulan demi bulan berlalu begitu cepat. Sekarang kita sudah memasuki bulan ke-10 tahun 2014. Dua bulan lagi, tahun ini akan berlalu..

Sudah ngapain saja kita tahun ini?

Rasanya baru saja anak saya duduk di kelas 1 SD. Eh, kok sekarang beberapa sekolah sudah melaksanakan open house saja? Duh, benar-benar waktu berjalan begitu cepat, ya. Mommies ada yang sedang mencari sekolah juga? Baca beberapa review sekolah kami di kategori School’s Cool atau ikuti diskusi tentang sekolah di forum deh! Banyak insight menarik di sana :)

Bulan lalu banyak sekali keseruan terjadi di Female Daily Network. Mulai dari Blogger Workshop, campaign Women of Worth (Sudah nominasikan siapa, Mommies?), dan kemudian ditutup dengan launching buku Mommies Daily yang terbaru, judulnya Me Time: Memastikan Ibu Tetap Waras.

Sesuai judulnya, saya, kami di Mommies Daily sangat percaya bahwa me time sangat dibutuhkan bagi setiap orang. Analoginya begini, kalau seorang karyawan harus kerja dari Senin ke Minggu tanpa libur, kira-kira bakal maksimal nggak kerjanya? Tentu tidak, ya. Nah, menjadi ibu, juga perlu ada ‘libur’nya. Atau setidaknya break dari rutinitas sehari-hari.

“Tapi nanti anak-anak gimana?”

“Gimana cara ngomong ke suami coba?”

Nah, baca buku Mommies Daily Me Time: Memastikan Ibu Tetap Waras, ya, untuk tau lebih banyak mengenai me time :) *jualan nih yaaaaa*

Eh, ngomong-ngomong tentang suami, bulan ini tema kami adalah Daddy’s Chatter. Ya, seperti di tahun-tahun sebelumnya, kami selalu menyediakan tempat untuk para ayah berekspresi, atau para istri mengungkapkan pandangan mereka mengenai partner mereka di keluarga.

Dad-Langit

Saya selalu percaya peran ayah dalam pengasuhan sangat penting. Mengutip dari seminar Ibu Elly Risman, ayah yang terlibat dalam pengasuhan anak, akan menghasilkan anak yang lebih percaya diri! Saya percaya, peran suami dalam setiap kehamilan dan proses menyusui, pentingnya bukan main. Bahkan, berdasarkan penelitian, lebih dari 70% ibu menyusui berhasil memberikan ASI Eksklusif dengan adanya dukungan suami.

Tapi di sudut hati banyak perempuan, kadang tersimpan rasa nggak percaya sama suami saat meninggalkan anak dengan mereka. Di benak kita tersimpan tanya, “Emang sanggup ya, suami menjaga anak-anak saat saya nyalon?”. Kiat dari saya: percayakan saja. Toh mereka ayahnya, nggak bakal melakukan hal yang buruk buat anak kan?

Nggak percaya? Baca cerita Jessy saat istrinya sekolah di luar negeri dan ia mengurus anaknya di tanah air. Atau sharing sahabat saya, Mido Firdaus tentang menjadi ayah yang ternyata jauh di luar bayangannya selama ini. Mommies (atau Daddies, mau ikutan sharing? Lihat cara berbagi cerita dengan kami di laman ini deh)

Ayah atau suami, peran yang mereka lakukan pasti sama complicated-nya dengan kita, para ibu. Malahan, mereka effort-nya harus lebih besar untuk menciptakan bonding dengan anak, menurut saya. Kalau kita para ibu kan, lebih enak, ya. Bonding otomatis terjadi selama 9 bulan mengandungnya dan menyusui.

So Mommies, bulan ini, kita berikan penghargaan untuk para suami dan ayah dari anak-anak kita yuk!

Salam hangat :)