‘Berhubungan’ Setiap Hari, Salahkah?

relationship

Jadi, faktor usia juga sangat menentukan terjadinya aktivitas seksual sehari-hari?

Tentu saja. Pada usia 18 hingga 40 tahun aktivitas seksual dan hubungan seksual pada pasangan yang sehat dapat dilakukan setiap hari, karena hormon testosteron diproduksi sekitar 6-8 mg setiap hari pada pria sedangkan perempuan hanya sekitar 0,5 mg setiap hari, sehingga dorongan seksualnya masih optimal.

Pada usia di atas 40 tahun, telah terjadi penurunan hormon testosteron, ereksi terjadi dalam keadaan kurang kuat, intensitas ejakulasi menurun dan volume sperma menurun, periode refrakter menjadi semakin lama dan diperlukan waktu lebih lama dan rangsangan langsung pada penis untuk ereksi .

Kalau aktivitas seks dilakukan setiap hari, ada efek samping yang bisa ditimbulkan nggak, Dok?

Efek samping yang perlu diperhatikan adalah fisik, kondisi kesehatan.fisik, timbul kelelahan setelah melakukan aktivitas seks. Kemampuan secara fisik untuk melakukan hubungan seksual dapat dilihat dari energi yang dioperlukan ketika melakukan hubungan seks dan olah raga berdasarkan MET(Metabolic Equivalent Task) yang diperlukan. Satu MET sebanding dengan penggunaan oksigen 3,5 mililiter per kilogram berat badan per menit. Berdasarkan kemampuan fisik, orang dianggap bugar melakukan hubungan seksual bila mampu berjalan 1 kilometer dalam 15 menit atau mampu menaiki 20 anak tangga tanpa nyeri di dada atau terengah-engah .Hubungan seksual sebelum orgasme 2-3 MET, meningkat menjadi 3-4 MET saat orgasme.

Jangan sekali-kali melakukan hubungan seks dalam kondisi sakit dan tidak fit. Hubungan seksual merupakan salah satu jenis aktivitas yang memakan energi tinggi, karena itu apabila dilakukan tidak dalam kondisi prima dapat mengakibatkan timbulnya keluhan-keluhan lain yang lebih parah.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menyebutkan kalau melakukan hubungan intim setiap hari akan mempengaruhi kualitas sperma. Benarkah?

Kesuburan pria ditentukan oleh keadaan kesehatan sistim seksual dan reproduksi. Kalau kesehatan seksual dan reproduksi terganggu, maka kesuburan sangat mungkin terganggu. Hubungan seksual yang dilakukan setiap hari dapat memperbaiki kualitas sperma. Peneliti dari Australia, Dr.David Greening, Sydney mengemukakan pada American Society for Reproductive Medicine conference di Washington. Katanya, saya yakin bahwa sering hubungan seks dan ejakulasi (setiap hari) akan memperbaiki kerusakan DNA sperma pada pria, sedangkan pantang bersanggama dalam waktu yang lama berakibat meningkatnya kuantitas sperma, namun kualitas spermanya menurun.

Seiring bertambahnya usia pernikahan, sering kali hasrat seksual antara pasangan suami istri jadi padam. Bahkan, ada kalanya istri juga merasa hubungannya sudah ‘dingin’. Kalau sudah begini, langkah apa yang bisa dilakukan?

Tentunya, masing-masing harus menerima informasi yang benar tentang seksualitas yang benar. Jangan malu menyampaikan kepada pasangan kalau terjadi masalah. Dengan begitu, masalah yang terjadi bisa segera atasi bersama-sama, tentunya dengan cara yang ilmiah. Hindari pengalaman seksual yang tidak menyenangkan atau traumatik, termasuk hubungan seksual kali pertama. Pelihara kesehatan kelamin dan tubuh secara umum. Dengan begitu, kehidupan seksual dengan pasangan bisa berlangsung harmonis. Hubungan seks yang cukup sering namun tidak memuaskan kedua belah pihak lama-kelamaan justru akan mematikan gairah. 

——–

Ah… saya setuju banget, nih, dengan pernyataan Dr.Mulyadi Tedjapranata,MD yang terakhir. Hubungan intim itu memang nggak bisa dipaksakan. Dalam hal ini saya juga lebih memilih kualitas dibandingkan dengan kuantias. Kalau Mommies yang lain, gimana?

 


3 Comments - Write a Comment

  1. sanetya

    Ah, suka bahas juga, nih, sama teman2. Apalagi yang usia pernikahannya mirip. Kalau gue selalu berpikir seks itu bentuk komunikasi … jadi, ya, memang kudu dibicarakan/didiskusikan sama pasangan. Buat yang laki, harus paham kalau perempuan nggak seperti mereka yang bisa langsung tancap gas. Buat yang perempuan, juga harus bisa ngerti kalau kebutuhan laki beda. Begitu juga soal pembahasan aktivitasnya … jangan sampai terlalu sering “cuma menjalankan kewajiban istri” saja. Lah, capeknya sama … haha.

    1. adiesty

      Hahahahaa.. iya, Man. Tapi kadang banyak perempuan yang ngejalaninnya cuma sebatas ‘kewajiban’ aja, sih. Jadi kan geregetnya kurang, ya *halllah*
      Lagi2, kuncinya memang komunikasi, ya. Percuma juga kalau ngelakuin setiap hari, tapinya nggak enjoy.

Post Comment