Polusi Iklan Di Kehidupan Anak-Anak Kita

Ever since I decided to back to college for my master degree, I started to follow some organizations who care for women and children in any aspects. Salah satunya adalah Campaign for Commercial-Free Childhood. Kampanye non-profit ini basisnya ada di Boston, Amerika Serikat. Their mission is to support parent’s efforts to raise healthy families by limiting commercial access to children and ending the exploitive practice of child-targeted marketing.

Ternyata dari banyak penelitian, banyaknya hal negatif dalam hidup anak-anak mulai dari obesitas, eating disorders, kekerasan pada remaja, sexualization, family stress, konsumsi rokok dan minuman keras di bawah umur, dan berkurangnya waktu bermain kreatif tanpa alat bantu yang melibatkan layar elektronik, merupakan dampak dari iklan dan marketing produk yang dilihat dan dirasa oleh anak-anak. Tanpa disadari, ada banyak nilai hidup negatif yang mendominasi budaya iklan seperti materialisme, self-indulgence, belanja impulsif, dan masih banyak lagi. Hal inilah yang dipelajari anak-anak setiap hari ketika mereka menonton iklan 10 detik yang biasanya bisa diulang puluhan kali dalam sehari.

md-

CCFC dengan giat mengejar berbagai perusahaan untuk meminimalisir keterlibatan merk dalam hidup anak-anak. Beberapa hal yang sudah berhasil dilakukan CCFC di antaranya adalah:

  • Meyakinkan Walt Disney Company untuk berhenti membantu promosi video Baby Einstein yang belum dibutuhkan bayi dan menawarkan refunds bagi orangtua yang telanjur membeli video tersebut akibat promosi marketing yang kelewat gencar.
  • Meyakinkan Hasbro bahwa memproduksi boneka Pussy Cat Dolls untuk anak usia 6 tahun ke atas tidak baik karena grup ini memiliki lirik dan gerakan bersifat seksual.
  • Menghentikan McDonald’s untuk memasang logo sebagai promo iklannya di amplop report card di daerah Florida. Iklan yang dipasang ini menjanjikan anak-anak usia SD akan mendapat Happy Meals gratis sebagai reward dari nilai yang bagus.

Dan masih banyak lagi kampanye yang digarap oleh CCFC untuk menyelamatkan anak-anak usia sekolah dari polusi brand, sehingga anak-anak tidak menjadi loyal terhadap satu merk tertentu yang terus menerus mereka lihat dalam box mainan, buku rapor, dan lainnya. CCFC juga berusaha membantu orangtua untuk tidak termakan jualan marketing dan berharap bayinya akan tumbuh cerdas jika diberikan berbagai video edukasi. Bayi tidak butuh screen time. What they need are their parents to stimulate them without screen time activity. Galak ya, kampanyenya?

Selanjutnya: Bagaimana di Indonesia?


Post Comment