Racun di Rumah Kita: Obat, Pembasmi Hama, dan Bahan Kimia

Membaca judul tulisan mungkin ada Mommies yang bertanya-tanya mengapa obat jadi racun, kan, sudah ada cara pakai dan dosisnya. Asal sesuai dosis harusnya aman. Memang betul, tapi kadang kita suka lupa menyortir obat yang lama tidak terpakai. Sehingga beberapa obat yang sudah kedaluwarsa tidak segera dibuang dan diganti dengan yang baru. Plus pas perlu obatnya nggak sempat lagi lihat tanggal kedaluwarsanya, main minum saja.

Saya sendiri sangat terbantu saat memahami konsep RUM dan belajar tentang tata laksana berbagai penyakit umum anak dan keluarga. Stok obat lebih sedikit jenisnya dan jarang terpakai. Kebanyakan masih segel sudah kedaluwarsa lagi :D. Makin ringan obat, makin berkurang pula bahayanya. Dan makin sedikit sisa atau stok obat, makin sedikit pula usaha yang harus dilakukan untuk menyortir.

medication-safety-editgambar dari sini

Penganut RUM pasti tidak punya sisa antibiotik, karena ‘hukumnya’ kalau memang harus minum, ya, minum sampai habis. Kalau diagnosa tidak menunjukkan penyakit yang perlu antibiotik, ya, nggak perlu ditebus. Obat golongan berat juga jarang ditebus oleh penganut RUM, karena memastikan dahulu obat tersebut memang perlu atau tidak sehingga tidak over medikasi.

Jangan lengah juga, simpan obat di luar jangkauan anak-anak, lebih baik lagi bila kotak penyimpanan bisa dikunci. Saat obat terjangkau anak, yang perlu diwaspadai bukan hanya diminum karena bermain pura-pura sakit, tapi bisa juga obat berbentuk kapsul dibuka lalu diisi bahan lain. Ketika usia saya 3-4 tahun saya menemukan bahwa kapsul kalau dibuka isinya bubuk. Dan saya bisa membuat bubuk yang sama dengan memarut kapur pada kawat ayam. You can guess the rest of the story. Alhamdulillah waktu itu ketahuan oleh ibu saya :D.

O, ya, dalam menyimpan obat perhatikan juga bahwa sebagian obat tidak boleh disimpan di tempat yang terkena matahari langsung. Ada juga yang harus disimpan dalam lemari es atau bahkan freezer. Biasanya obat yang tidak boleh kena panas atau matahari langsung, botolnya berwarna gelap. 

Perlakukan vitamin atau suplemen seperti obat juga, ya, jangan menyepelekan penyimpanannnya hanya karena vitamin ‘bukan obat’ jadi ‘tidak berbahaya’. FYI beberapa suplemen masih menggunakan kapsul yang bisa dibuka seperti cerita saya di atas.

Selanjutnya: Pembasmi Serangga dan Bahan Kimia


Post Comment