Mengurangi Racun di Rumah: Makanan

Mommies pasti sudah tahu kalau beberapa jenis pembersih rumah tangga, pembasmi serangga, dan sejenisnya mengandung racun yang kalau terpapar apalagi tertelan bisa berbahaya untuk anak-anak. Nggak cuma ini, lho, racun juga tersembunyi dalam bahan makanan terutama jajanan manis atau siap olah, seperti pemanis, pengawet, dan bahan yang digunakan dalam proses produksi makanan tersebut. Yang dalam makanan, sih, biasanya bukan racun yang fatal, ya. Tapi cukup berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan jangka panjang.

candies2-editgambar dari sini

Salah satu yang harus diwaspadai dari makanan dan minuman adalah kandungan corn syrup fructose atau sirup jagung. Gula jenis ini:

  • Hanya bisa dicerna oleh lever. Bandingkan dengan glukosa yang bisa dicerna melalui bermacam cara.
  • Sisa yang tidak tercerna akan diubah menjadi lemak dalam bentuk trigliserida yang menjadi sumber penyempitan arteri dan pembuluh jantung.
  • Fruktosa tidak mengirim sinyal ‘kenyang’ dalam bentuk stimulasi produksi insulin, leptin, atau ghrelin, sehingga memicu makan/minum berlebihan seperti kecanduan.

Dan jangan terkecoh jus kemasan, ya. Salah satu jus kemasan yang mencantumkan vitamin ini itu di bagian depan kemasan, saat diteliti kandungannya ternyata gulanya corn syrup.

Saya bukan tipe anti jajan dan healthy food manic, tengah-tengah sajalah supaya bisa punya wawasan rasa yang luas, tapi sekaligus tetap terkontrol dan berimbang *teorinya :D. Nah, karena dulunya tukang jajan dan suka penasaran sama jajanan yang lagi hits, maka saya paham penasaran anak. Tapi ketimbang membiarkan anak jajan sendiri, saya memilih membelikan, cicip bersama, dan kalau memang enak, ya, distok di rumah. Kalau tidak enak atau kandungannya berbahaya saya bisa jelaskan juga pada anak.

Enaknya distok di rumah adalah saya bisa memantau dan mengatur seberapa banyak anak makan jajanan tersebut. Sekarang ini saya menyetok jeli, wafer coklat, es krim, permen coklat dan makanan instan seperti pazto, bubur instan non msg, dan mi instan. Syarat yang saya tetapkan:

  • Jajanan manis yang saya sebut di atas, sehari max 2x dan harus sudah makan. Tidak makan tidak ada jajan, walau makan tidak harus nasi.
  • Mi instan porsi standar hanya boleh seminggu sekali.
  • Pazto, bubur instan non msg, dan mi porsi kecil seperti mi gelas, seminggu 2-3x.

Bagaimana dengan minyak dan gorengan?


Post Comment