Mengenal Food Safety: Foodborne Disease dan Food Poisoning

Minggu lalu saya mendapatkan kabar bahwa anak teman saya yang seumuran dengan Si Sulung masuk rumah sakit. Anak tersebut muntah-muntah dan jumlah bakteri dalam tubuh ditenggarai cukup tinggi sehinga dokter mencurigai penyebabnya adalah makanan. Adik-adik dari anak tersebut pun mengalami gejala yang serupa. Padahal makanan yang disajikan di rumah teman saya adalah masakan rumah buatan teman saya.

Mungkin Mommies masih ingat protokol dalam memberikan ASI Perah (ASIP) dan Susu Formula? Misalnya yang saya ingat sekali adalah ASIP yang sudah dikeluarkan dari lemari pendingin hanya boleh berada di suhu ruangan selama maksimal 1 jam dan ASIP yang sudah diminum bayi lebih baik tidak diberikan kembali. Atau dalam kemasan Susu Formula selalu terdapat peringatan untuk tidak memberikan susu yang sudah dibuat lebih dari 2 jam.

Kalau protokol mengolah makanan di rumah saya, yang merupakan hasil didikan Bapak saya, sifatnya masih sederhana seperti bahan mentah terutama daging tidak boleh bercampur dengan bahan makanan lainnya, harus tertutup rapat. Sebelum dan setelah bersentuhan atau mengolah bahan mentah, terutama daging sapi, ayam atau ikan mentah, wajib untuk selalu cuci tangan. Pastikan selalu untuk memasak sampai matang sesuai dengan petunjuk pengolahan makanan. Bukan berarti saya sudah aman, karena protokol Food Safety masih lebih daripada itu.

 

Gambar diambil dari http://www.eduplace.com/science/hmxs/es/modf2/cricket/sect8cc.shtml*Gambar dari sini

Belajar dari pengalaman teman saya, dengan keterbatasan saya yang tidak memiliki latar belakang pendidikan kesehatan, saya mencoba merangkum beberapa materi terkait dengan Food Safety.

Masalah food safety maupun food hygiene sudah menjadi salah satu agenda organisasi internasional. World Health Organization atau WHO bahkan memiliki 5 keys to safer food yaitu:

  1. Keep clean
  2. Separate raw and cooked
  3. Cook thoroughly
  4. Keep food at safe temperatures
  5. Use safe water and raw materials

Trigger dari perlunya food safety adalah ancaman adanya foodborne illness (atau dikenal juga dengan sebutan foodborne disease, foodborne infection atau food poisoning). WHO menyebutkan bahwa everyday people all over the world get sick from the food they eat. This sickness is called foodborne disease and is caused by dangerous microorganisms and/or toxic chemicals. Most foodborne disease is preventable with proper food handling.

Homefood Safety memperingatkan bahwa setiap orang mempunyai risiko untuk terkena food poisoning, dan perlu diingat bahwa untuk beberapa orang risiko tersebut lebih tinggi dan dapat menyebabkan berkembangnya ancaman terhadap kesehatan yang lebih serius dan dampak jangka panjang. Kelompok yang berisiko tinggi hampir mencapai 25% dari jumlah penduduk dan termasuk kelompok lansia, bayi dan anak kecil, ibu hamil dan people with weakened immune systems and chronic illness such as diabetes, kidney disease, HIV/AIDS and some cancer patients.

Kalau sudah berbicara tentang bayi dan anak-anak, saya malah menjadi was-was, bukankah kita semua begitu, Mommies? Apa saja bakteri penyebab food poisoning? Lihat di halaman selanjutnya, ya!