Sarapan Sehat Dengan Green Smoothies

winter_green_smoothie2*Gambar dari sini

Hampir sebulan terakhir saya mengonsumsi green smoothies. Awalnya nggak sengaja. Saya mencari diet yang aman dan nyaman untuk ibu menyusui yang notabene doyan makan seperti saya. Lalu, saya menemukan thread ini. Sebelum rajin mengonsumsi green smoothies, saya menganut paham “Breakfast like a king, lunch like a prince, and dinner like a pauper”. Yang menurut saya artinya, sarapan pagi ya harus banyak dan sepuasnya, makin siang makin sedikit dan terus berkurang sat makan malam.

Sayangnya, setelah sarapan, saya tetap makan apapun dan kapanpun saya mau. Menyusui seolah menjadi ‘pembenaran’ untuk bisa melahap apapun kapanpun tanpa rem. Akhirnya, kegemaran makan banyak mengantarkan saya ke tingginya nilai gula dan kolesterol dalam darah. Huhuhuhu…

Memang sih, busui butuh nutrisi lebih. Nutrisi lho ya. Bukan porsi. Anggapan saya dulu, makan apa saja, deh. Nggak perlu diet. Nggak perlu gegayaan pilah pilih makanan. Toh, apa yang kita makan akan dikonversi jadi ASI. Padahal, nggak lho, Mommies. Makanan yang dikonversi jadi ASI, ya yang bagus-bagusnya aja. Yang jelek-jelek dari makanan, tetap mengendap dalam tubuh kita.

Makanya, mengatur pola makan sekaligus pilah pilih makanan itu perlu banget. Karena makanan sehat dengan porsi tepat dan frekuensi pas, memberi efek baik bagi tubuh kita sekaligus ASI berkualitas bagi bayi kita.

Jadi, saya mulai hijrah dari makan sembarangan dan seenaknya ke diet pola makan lebih sehat. Dimulai dari breakfast. Breakfast bisa sarapan pagi, bisa buka puasa. Intinya makanan yang masuk duluan saat perut kosong. Alasan saya pilih green smoothies karena cepat dan mudah. Baik dari segi bahan yang dibutuhkan, maupun dari cara pembuatan.

Bagaimana cara pembuatannya? Simak di halaman selanjutnya ya!