Perjuangan Mendapatkanmu, Nak…

image

Memiliki anak dalam suatu pernikahan adalah suatu hal terindah dalam hidup. Berbahagialah yang ‘tokcer’ cepat hamil. Bagaimana yang sulit hamil? Seperti saya ini contohnya.

Ketika menjelang menikah, saya dan suami tidak melakukan tes kesehatan pra nikah. Biasalah, terbuai dengan repotnya mengurus pernikahan dan bulan madu, hehe. Lesson lear: tes kesehatan pra nikah penting banget ternyata!

Setelah menikah, 6 bulan kemudian, saya belum hamil juga. Akhirnya saya beranikan tes TORCH. Kenapa tes TORCH? Karena di rumah saya pelihara kucing dan burung. Benar saja, tokso saya lebih tinggi daripada angka normal. Tapi ternyata tokso tidak hanya karena hewan, bisa juga karena makan makanan yang mentah. Memang sih, saya gandrung lalap, sate dan steak. Akhirnya hewan-hewan itu saya hibahkan ke teman dan saya pun diet ketat tidak mengonsumsi makanan mentah. Saya pun berobat ke dokter kandungan dan selama 4 bulan diberikan antibiotik, yang akhirnya saya stop. Saya beralih ke yang natural, minum air herbal yang mahalnya luar biasa selama 8 bulan dan toksonya masih ada, turun hanya sedikit.

Stres? Sudah pasti! Ditambah tekanan dari lingkungan.

Setelah lepas dari herbal, saya dan suami memperbaiki pola makan dan berolahraga. Segala informasi kami lahap dari internet yang berkaitan dengan pola hidup sehat selain itu kami jadi semakin dekat kepada Yang Di Atas. Cemas selalu ada tiap saat, apalagi ketika blogwalking ke blogger yang menulis bahwa mereka sudah melakukan segala cara termasuk inseminasi dan bayi tabung tapi masih gagal.

Kemudian kami mulai beranikan diri konsultasi ke dokter kandungan, saya diberi obat, sedangkan suami tidak. Program ini kami jalani dengan nothing to loose, bahkan ada kalanya saya lupa meminum obat tersebut, haha. Program dari dokter kandungan juga kami imbangi juga dengan akupuntur kesuburan, tepatnya sih saya. Suami tidak perlu diakupuntur kata dokter akupunturnya. Bahkan saya juga mengiyakan hal-hal yang berbau klenik, dengan alasan demi punya anak. Saya dikenalkan kepada orang yang katanya bisa mengangkat penyakit-penyakit dari dalam tubuh tanpa rasa sakit, itupun dijalani, hehe.

Saat orangtua saya pergi untuk umroh kami tak lupa menitipkan doa supaya diberikan momongan. Dan, apa yang terjadi? Tepat 3 bulan, ketika program dokter sudah berakhir dan akupuntur juga sudah mau berakhir (katanya akupuntur baru terlihat efektif setelah 3 bulan), testpack menunjukkan 2 garis! Alhamdulillah, sujud syukur! Usaha, keyakinan dan doa yang membuat kami berhasil mendapatkanmu, nak…

Mommies, ada yang mau share, apakah langsung tokcer atau harus berusaha dulu seperti kami?


6 Comments - Write a Comment

  1. sharing ya, kami baru punya anak setelah menikah 6,5thn. usaha mulai dari dokter kandungan biasa, akupuntur, herbal, sampe akhirnya balik lagi ke dokter kandungan. yang terakhir ini kami pilih dokter konsultan fertilitas. alhamdulillah, percobaan insem ketiga kami akhirnya berhasil. bahagianya sungguh tak terkira.
    usaha dan doa, n jangan stress (walau sulit) memang kuncinya :)

    selamat mrs p mom-to-be, semoga kehamilan berjalan lancar *peluuuk*

  2. Hi sist meli…..selamat atas kehamilannya…. semoga lancar smp dengan saatnya nanti. Tlng share dimana sist inseminasi…. untuj ref saya juga. Sy sdh menjalani opsi melalui 2 dokter ttp smp sekarang blm menunjukkan tanda2 positif :(

  3. Hi sist meli…..selamat atas kehamilannya…. semoga lancar smp dengan saatnya nanti. Tlng share dimana sist inseminasi…. untuj ref saya juga. Sy sdh menjalani opsi melalui 2 dokter ttp smp sekarang blm menunjukkan tanda2 positif :(

    1. anak kami sudah 2,5 tahun :) dulu ikut program hamil di klinik Aster RS Hasan Sadikin Bandung. Mungkin bisa dicoba juga di RS lain, karena saya pikir di hampir semua kota besar sudah ada klinik fertilitas.
      kalo sempat, ada baiknya rismerry main2 ke forum FD di thread trying to conceive. banyak informasi tambahan yang bisa didapat.
      semoga bermanfaat.

Post Comment