Mengulang Tradisi Parade Sepeda Hias

Activity & Destination

adiesty・05 Sep 2014

detail-thumb

Saya termasuk salah satu generasi yang sempat merasakan gegap gempita kemeriahan acara 17 Agustus-an. Kalau mendekati bulan Agustus, saya bersama teman – teman satu kompleks rumah biasanya sudah heboh latihan nari buat acara puncak. Iya, zaman masih SD dulu, saya termasuk anak yang aktif berpartisipasi sebagai penari dadakan di panggung seni sebagai acara pamungkas kemeriahan 17 Agustus-an, hahaha...

Selain nari, kegiatan lain yang paling saya tunggu, ya, tentunya ikutan lomba. Mulai dari makan kerupuk, balap karung, masukin paku ke dalam botol, lomba kelereng, sampai ikutan karnaval. Bangga rasanya, kalau bisa ikutan pawai mengenakan baju daerah yang paling favorit seperti baju daerah Bali. Pokoknya, sebisa mungkin saya ikut partisipasi di semua lomba. Urusan menang atau kalah, sih, itu belakangan. Yang penting kemeriahannya.

Sayangnya, belakangan ini kemeriahan acara 17 Agustus-an sudah mulai meredup. Paling nggak, hal ini terlihat dari sepinya perlombaan di kompleks rumah. Nggak seramai ketika saya kecil dulu. Padahal, sebagai orangtua yang punya anak kecil, saya ingin Bumi merasakan kegembiraan yang saya rasakan dulu.

Makanya, ketika mendapat informasi mengenai Manulife Green Zone yang akan mengadakan Parade Sepeda dan Stroller Hias pada tanggal 24 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI, saya langsung laporan ke suami dan mengajaknya untuk ikut ambil bagian dalam acara yang dilangsukan di depan Gedung Sampoerna Strategic Square ini.

greenzone

gz (4)

Dugaan saya pun nggak meleset, ternyata gegap gempita acara yang bertema Parade Sepeda Hias ini benar-benar terasa, lho! Kegiatan yang digelar untuk merayakan HUT RI ke-69 ini dimeriahkan oleh ratusan anak-anak berusia 1 tahun hingga 12 tahun beserta orang tuanya yang tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Semua peserta bisa merasakan kemeriahan Hari Kemerdekaan bersama-sama. Acara juga seru banget, karena nggak cuma parade sepeda dan stroller hias saja, acara perlombaan tradisional khas 17 Agustus-an yang dulu sering saya ikuti juga dilangsungkan.

gz (2)

Sebelum acara dimulai, Novita J. Rumngangun, Chief Client Officer Manulife Indonesia sempat memberikan kata sambutan. Ia mengatakan bahwa lomba-lomba tradisional tersebut bukan permainan semata dan keriaan yang tidak bermakna, tetapi merupakan tradisi nenek-moyang yang harus diperkenalkan dan diingatkan kembali kepada generasi penerus bangsa.

“Selain upacara bendera, 17 Agustus sangat identik dengan perlombaan rakyat yang dilaksanakan di berbagai tempat, mulai dari perkampungan, kompleks perumahan, hingga sekolah-sekolah, serta diikuti oleh warga setempat. Perlombaan-perlombaan tersebut menunjukkan nilai-nilai luhur bangsa dan karenanya, harus dilestarikan,” ujarnya.

Ternyata sejak Maret 2014 lalu, Manulife Green Zone sudah hadir dengan mengadakan berbagai kegiatan dan menyediakan sejumlah fasilitas gratis untuk para pengunjung setia car free day. Mulai pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan sepeda, bahkan ada konsultasi keuangan. Hal ini tentu sebagai salah satu bentuk komitmen Manulife dalam meningkatkan intensitas komunikasi yang interaktif dan berkesinambungan dengan masyarakat. Menarik banget kan?

Jadi nggak sabar nunggu acara Manulife Green Zone selanjutnya. Kira-kira mau bikin event apa lagi, ya?