Waktunya Berinvestasi

Jadi seorang ibu, memang mampu membuat perempuan berubah 180 derajat. Paling nggak hal ini saya alami sendiri. Selain jadi belajar belajar bersabar, hal yang paling terasa, sih, juga soal mengelola keuangan. Dulu, sebelum menikah dan punya anak, gaji saya sering habis begitu saja. Blas, tanpa sisa sedikit pun. Biasanya habisnya buat sesuatu yang sifatnya memanjakan diri sendiri. Kalau nggak belanja, ya, buat jalan-jalan atau makan. Sedangkan nabung? Paling seingatnya. Investasi? Wah, kalau ini sih boro-boro, deh.

T

Untungnya, setelah berkeluarga dan punya anak, saya sudah mulai sadar dan melek soal investasi. Ya, nggak kata terlambat untuk melakukan perubahan menuju sesuatu yang lebih baik kan? Makanya, sekarang saya sedang belajar untuk investasi. Meskipun jumlahnya belum seberapa, tapi paling nggak sudah mulai konsisten untuk menjalaninya.

Seperti kebanyakan pasangan yang lain, saya dan suami pun juga punya cita-cita setinggi langit. Salah satunya, mau pensiun dini sehingga bisa banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Masalahnya, kalau pensiun dini, banyak banget hal yang perlu disiapkan. Mulai dari uang pensiunnya, uang pendidikan anak, dan segala macam pos keuangan yang harus dikelola dengan baik.

Belum lama ini, HSBC juga melakukan penelitian yang menunjukkan kalau gaya hidup serta ambisi masyarakat kian berubah, di mana mereka mengejar tingkat kemakmuran dalam waktu yang lebih cepat di usia lebih muda. Segmen masyarakat ini masuk dalam kategori Emerging Affluent, yang terdiri dari individu di rentang usia 25–45 tahun, berpendidikan, memiliki pendapatan di atas rata-rata, dan hidup di daerah perkotaan.

Mereka berambisi untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik dari generasi terdahulu. Survei HSBC tersebut menunjukkan bahwa segmen Emerging Affluent akan semakin banyak mengalokasikan dana dan investasi mereka untuk memenuhi berbagai kebutuhan gaya hidup termasuk karir dan kesejahteraan.

Waktu acara jumpa pers, Vira Widiyasari, Senior Vice President and Head of Customer Value Management HSBC Indonesia, mengatakan “Munculnya segmen Emerging Affluent di Asia, termasuk di Indonesia memberikan potensi lahirnya segmen kelas atas jika mereka dapat mengelola keuangan dan aset dengan baik. Berangkat dari potensi tersebut HSBC menghadirkan HSBC Advance, sebuah solusi pengelolaan keuangan yang cerdas dan komprehensif agar nasabah dapat merealisasikan kesejahteraan yang diimpikan di setiap tahap kehidupan.”

HSBC

Berdasarkan hasil riset global inilah, yang akhirnya menggerakan HSBC meluncurkan HSBC Advance, yaitu “Together we Advance, sebuah konsep pencapaian sukses dengan dukungan yang tepat dari orang-orang terdekat. Melalui HSBC Advance, HSBC turut berperan penting dalam mengiringi perjalanan hidup nasabah, dengan memahami gaya hidup mereka.

Ada beragam solusi keuangan terpadu yang ditawarkan program ini, misalnya dalam mewujudkan rumah impian, mengembangkan dan melindungi kekayaan nasabah sesuai dengan tingkat profil risiko, tentunya semua akan didukung perencanaan keuangan oleh pakar finansial dari HSBC, Advance Manager. Selain itu program ini juga memiliki akses yang begitu cepat sehingga kita bisa memantau aktivitas perbankan dan investasi sehari-hari melalui HSBC Internet Banking dan Mobile Banking.

Mommies yang sudah aktif berinvestasi pasti paham sekali nih, pentingnya memantau aktivitas perbankan secara online, ya! Jadi, tunggu apa lagi?

 

 


Post Comment