Kenapa Perempuan Pantas Menjadi Inspirasi?

Saat Female Daily dan Mommies Daily bekerjasama dengan L”Oreal Paris dalam program pencarian perempuan sehari-hari yang inspiratif di Indonesia, saya jadi banyak merenung.   Apa sih batasan perempuan  yang membuahkan inspirasi itu? Apakah harus sudah menikah,sehingga dia tahu apa yang diharapkan oleh suami dan lingkungan sekitar terhadap dirinya? Atau seorang Ibu, sehingga sudah mengerti bagaimana pengaruh tindakan dia terhadap anaknya?  Apakah penting status seorang perempuan dalam memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekelilingnya?

Saya single dan belum berkeluarga.  Dalam tatanan norma sosial yang menganggap bahwa peran perempuan diukur  oleh fungsinya dalam keluarga, yaitu sebagai istri dan ibu, saya sering merasa  akward sendiri.  Gimana dong, saya tidak punya hal itu.  Saya tidak mempunyai suami dan anak yang saya bisa sandarkan cita-cita dan kebahagiaan saya.  Saya hanya punya diri saya sendiri.   Pada saat peran saya tdak berada dalam sebuah kompnen keluarga, apakah saya menjadi “less worthy”?

Aduh,  merana banget.  Saya menolak mengikuti cara berpikir seperti itu.  Apalagi dalam kaitannya dengan kemampuan individu dalam menyebar inspirasi.  Harusnya  tidak terkotak pada jenis kelamin, dan status kan?  At least that is not how  I’d like to think so.   Eh, tapi saya bukan bersikap defensive lho  atau bermaksud mengecilkan arti dan peran seorang perempuan  yang telah menikah dan berkeluarga.   Sebaliknya, saya mempunyai rasa hormat dan kagum yang sangat tinggi bagi para Mommies yang mempunyai begitu banyak tugas dan peran yang harus di juggle di sisi kehidupannya:  Sebagai Ibu, sebagai istri, sebagai  organizer rumah tangga, sebagai karyawan/anak buah/boss, sebagai teman, sebagai kakak/adik, sebagai tetangga.. the list goes on and on.  Sulitkah? Sulit sekali pastinya (yang mengatakan bahwa hal itu tidak sulit, pasti diam-diam punya tenaga superpower) . Dan saya rasa hanya seorang ibulah yang mempunyai kemampuan itu. Dan hal tersebut sungguh inspiring.

CML_3985

Selanjutnya: Benarkah perempuan menjadi inspiratif saat ia jadi pusat keluarga?


Post Comment