Benarkah Loom Band Berbahaya?

Saya pertama kali dapat berita tentang Loom berphtalate ini hari Minggu pagi dari Adies di Whatsapp Grup Mommiesdaily. Saat saya baca, saya tidak khawatir dan menyebarkan link berita tersebut ke grup chat saya yang lain yang isinya ibu-ibu juga. Tidak ada reaksi apa-apa dari ibu-ibu teman saya itu. Siang-sorenya kemudian beruntun masuk info-info lain senada dari situs berita lokal, baik di grup maupun via media sosial. Termasuk grup yang tadi sudah saya info. Saya heran kenapa jadi heboh padahal link yang saya terima dan sebar tadi biasa saja. Ternyata setelah saya baca, di media lokal beritanya jadi berbeda arah, hanya menyebut loom band mengandung bahan berbahaya penyebab kanker dan ditarik dari peredaran di Inggris. Entah bagaimana beritanya berubah jalur.

The TelegraphDaily Mail dan BBC sama-sama memberitakan tentang charm alias gantungan yang merupakan aksesori tambahan loom band, jadi bukan loom band-nya. Bahkan The Telegraph mengutip juru bicara dari supplier loom band di Inggris yang menyebutkan,”We would like to reassure the public that loom bands are entirely safe and this only involves a number of PVC loom charms. Any concerned consumers should return their product to the retailer from where they were purchased.” Singkatnya, loom bandnya aman dan kasus ini hanya terkait beberapa loom charm PVC.

Charm yang bermasalah ini dijual di satu jaringan toko tertentu, tidak semua toko mainan di Inggris. Sebetulnya dari kemasannya sudah tertera cap CE yang menandakan lolos syarat keamanan Uni Eropa, tapi entah bagaimana hasil tesnya, kok, berbeda.

Yang perlu diketahui, charm loom band ini tidak termasuk dalam paket loom kit. Di web original Rainbow Loom pun saya tidak temukan menyebut charm sebagai bagian dari asesoris loom band. Jadi jelas tambahan charm ini bisa-bisaan orang-orang saja.

Dari beberapa pak dan kit yang saya beli, hanya model di bawah ini yang menyertakan charm. Kalau memang berminat menambah charm, beberapa penjual online menyediakan bermacam-macam model charm dengan harga sekitar Rp. 5000/charm.

loom7

Buat Mommies yang bingung, yang mana, sih, yang namanya charm itu, charm adalah pernik yang berbentuk bunga ungu dan kupu hijau di kemasan di atas.

Nah, sekarang, apa itu phtalate? Phtalate adalah kelompok bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik jadi lebih fleksibel dan tidak mudah pecah. Phtalate banyak ditemukan di botol-botol plastik dan alat makan.

“Bis(2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) is used in the production of polyvinyl chloride (PVC).  It exhibits low toxicity from acute (short-term) and chronic (long-term) exposures.  Acute exposure to large oral doses of DEHP can cause gastrointestinal distress in humans.  No information is available on the chronic, reproductive, developmental, or carcinogenic effects of DEHP in humans.  Animal studies have reported increased lung weights and increased liver weights from chronic inhalation exposure to DEHP.  Oral exposure has resulted in developmental and reproductive effects in rats and mice.  A study by the National Toxicology Program (NTP) showed that DEHP administered orally increased the incidence of liver tumors in rats and mice.  EPA has classified DEHP as a Group B2, probable human carcinogen.”

Dari keterangan di atas, paparan phtalate:

  • Termasuk golongan low toxic alias berkadar racun rendah.
  • Terjadi secara inhalasi/dihirup dan oral/dimakan.
  • Dalam jangka pendek menyebabkan gangguan pencernaan pada manusia. Ini jelas, sih, menurut saya. Tertelan benda yang tidak mengandung phtalate pun bisa bikin sakit perut, kan.
  • Dalam jangka panjang pada manusia belum ada hasil penelitiannya. Namun dari tes pada hewan didapat bahwa ada penambahan bobot paru dan liver serta ada efek pada perkembangan dan reproduksi tikus. Tikus yang mengkonsumsi phtalate dalam jangka panjang didapati meningkatkan insiden tumor liver. Karena sebab ini peneliti menempatkan phtalate dalam grup B2: dimungkinkan karsinogen (penyebab kanker) untuk manusia.

Kesimpulannya, belum ada penelitian menyeluruh yang membuktikan tingkat bahaya phtalate pada manusia, walau sudah ditentukan ambang batas aman untuk manusia adalah 0.1%/berat.

Apa yang harus dilakukan?