Motherhood Monday: Bianca Febriani, “Mothercare Nggak Cuma Jualan”

Siapa di antara Mommies yang nggak tahu dengan Mothercare? Saya berani jamin, pasti semua Mommies kenal dengan brand yang satu ini. Iya, kan? 

Nah, belum lama ini saya sempat ngobrol bareng dengan Bianca Febriani, Marketing Manager Mothercare Indonesia. Ibu dari Bey Damian Danendea dan Alexandra Haryanaprawira ini banyak cerita soal kesibukannya sebagai ibu pekerja. Perempuan ramah ini juga sempat menyinggung mengenai visi misi Mothercare dalam rangka mengedukasi para ibu di Indonesia terkait dunia parenting. Simak, yuk, obrolan saya dengannya.

Bekerja di perusahaan retailer global di pasar ibu, bayi, dan anak, pasti sibuk, ya, Mbak. Bagaimana, nih, manajemen waktu dengan keluarga?

Sebagai ibu bekerja sampai sekarang kalau soal manajemen waktu memang cukup struggle, ya. Tapi alhamdulillah kantor aku yang sekarang ini sangat memahami dan menghargai para ibu pekerja. Jadi waktunya sangat fleksibel. Kalau aku, sih, setiap pagi masih sempat antar anak-anak sekolah. Menyiapkan sarapan pagi dan keperluan anak dan suami juga sudah jadi kewajibannya, ya.

Paling kalau saat malam hari, nih, setelah pulang kerja. Soalnya jalanan di Jakarta kan nggak jelas tuh, kondisinya, sering macet. Jadi aku biasanya jadi time keeper, deh, ngitungin waktu. Pokoknya gue harus sampai di rumah jam segini, nih. Misalnya jam 7 malam, jadi masih punya waktu sama anak-anak selama dua jam. Jadi at least aku punya waktu berkualitas sama anak, sehari dua kali. Pagi dan malam.

Kalau sampai rumah sudah malam, bagaimana, dong?

Makanya, orang-orang suka yang aneh sama aku karena masih mengharuskan anak-anak tidur siang. Ya, karena supaya anak-anak bisa istirahat dan malamnya ketemu aku setelah pulang kantor. Kan, banyak juga tuh, orangtua yang meminta anaknya tidur jam 7 malam. Kalau sudah jam 7 malam, ya, anak-anak sudah diminta tidur, sementara mereka sendiri belum sampai di rumah. Nah, kalau aku nggak, kalau aku pulang anak-anak sudah tidur, berarti kan waktu ketemunya cuma pagi, aja. Sayang, kan…

Apalagi anak aku yang besar, sudah ngerti dan tanya, kenapa ya aku kalau ketemu sama Ibu cuma pagi aja, kok malam nggak ketemu? Makanya, aku selalu usahain bisa ketemu pagi dan malam. Kalau saat kerja, aku juga ngebiasain untuk telepon dan ngobrol-ngobrol. Kalau nggak capek, sebelum anak-anak tidur., aku juga biasain bacain buku. Tapi, kan kalau mereka suka, gitu, ya. Baca satu buku itu nggak cukup, jadi kadang-kadang suka bacain buku sampai suaranya habis, hahaha.

bianca1

Anak yang besar kan, sudah bisa protes, nih, kalau Ibunya sibuk. Bagaimana cara Mbak kasih pengertiannya?

Ya aku kasih pengertian aja, kalau aku kerja buat mereka juga dan bantu Ayahnya. Supaya bisa lebih senang, pendidikan juga bagus. Dari kecil, aku memang sudah kasih pengertian, jadi sejauh ini aku anak sudah paham dan sangat mengerti.

Dulu sempat ngerasa galau nggak, sih, memilih antara jadi ibu rumah tangga atau jadi ibu pekerja?

Wah, pernah banget. Biasa, deh, perasaan seperti itukan biasanya muncul ketika baru punya anak, ya. Aku pun juga sempat ngalamin. Tapi aku merasa, aku ini bisa benar-benar berdaya guna kalau bekerja. Lagi pula, sebelum aku nikah kan juga sudah kerja. Memang, sih, maunya bisa kerja di rumah, tapi sejauh ini alhamdulillah aku juga punya kesempatan untuk bekerja yang base-nya di kantor. Syukurnya juga aku bekerja di kantor yang sangat mengerti kondisi para ibu yang sangat fleksibel. Kalau habis Lebaran, dan mbak di rumah belum pada balik, kita juga sering ajak anak-anak ke kantor. Kantornya sangat friendly buat ibu-ibu.

Wah, sama seperti kondisi di Mommies Daily, ya, Mbak…

Hahaha… iya, sama seperti itu.

Tapi, yang namanya kerja kantoran kan suka ada kerjaan sampai malam, atau meeting. Belum lagi ketemu macet. Nah, kalau begini, suka ganti shift sama suami nggak?

Idealnya memang begitu, ya. Kalau memang ada deadline atau meeting sampai malam, biasanya saya memang akan bilang ke suami, dan tanya apa bisa pulang duluan? Tapi, kadang-kadang suami juga ada tugas di luar kota juga, kalau begini, ya, mau nggak mau waktu berkualitas di malamnya terpaksa nggak ada. Tapi kondisi seperti ini sangat jarang terjadi, sih.

Selanjutnya: Mothercare nggak cuma jualan saja..


Post Comment