My Overprotective Parent

images“Kamu kalau pergi harus ada yang nganter ya! Pokoknya nggak boleh naik taksi atau  angkot.”, “Pokoknya kamu abis Maghrib sudah harus di rumah ya!”, “Kamu mau ke mana? Sama siapa? Pulang jam berapa? Papa anterin aja deh ya biar papa bisa sambil ngawasin kamu.” Hhhhh… sebel banget nggak sih kalau punya orangtua yang sangat amat protektif banget alias overprotektif?

Orangtua saya Alhamdulillah nggak overprotektif. Sebenarnya ayah saya punya kecerendungan untuk overprotektif sih, ya, overprotektif level 2 lah hehehe. Paling tidak saya masih boleh pergi sama teman-teman sampe malam, paling hanya akan ditelpon atau di-SMS kalau sudah jam 10 atau teman yang akan pergi sama saya diminta nomor telponnya. Saya juga masih boleh ke luar kota sama teman-teman, tapi ya paling akan sering sekali di BBM atau ditelpon.

Ayah saya paling ribet biasanya kalau saya mau pergi dengan kendaraan umum, dulu saya nggak boleh naik taksi walaupun sama teman sampai awal masuk SMA. Dulu pernah mau makrab sama kampus yang perginya naik truk tronton juga ribetnya setengah mati, awalnya nggak diizinin tetapi akhirnya mengizinkan juga setelah dirayu-rayu. Setelah mengizinkan pun juga masih ribet, beberapa kali SMS nanyain keadaan truknya seperti apa dan yang bertanggungjawab dalam perjalanan itu siapa. Ya, saya tau sih kalau ayah saya ribet kayak gitu karena khawatir dan sayang sama saya tetapi tetap aja BT pas diribetin kayak gitu.

Saya saja yang tingkat keprotektifan orangtuanya masih rendah sudah sering merasa kesal ketika dilarang atau diribetin. Kebayang banget gimana perasaan anak yang orangtuanya dua-duanya overprotektif dalam tingkat keparahan yang tinggi. Pasti campur aduk antara gondok, kesal, marah, BT, sedih… Pokoknya nano-nano deh!

Selain mengakibatkan perasaan-perasaan yang tidak enak, orang tua yang overprotektif juga dapat memberikan dampak psikologis yang kurang baik untuk anaknya, bahkan hingga jangka panjang lho. Mommies mau tau nggak akibatnya kalau over protective pada anak-anak? Langsung klik halaman berikut, ya!


Post Comment