Motherhood Monday: Mommiestories, Memancing Anak Bercerita

Jadi penulis dan bekerja di media itu banyak berkahnya. Selain bisa berkerja sambil menyalurkan hobi, saya juga jadi punya kesempatan yang begitu besar untuk bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang. Sudah tentu, dong, hal semacam ini jadi bikin ilmu saya nambah.

Setali tiga uang, hal ini pun dialami salah satu teman baik saya. Namanya, Febria Silaen. Ibu dari anak perempun bermana Janet ini juga pekerja media. Ndilalahnya, kalau dulu kami berdua pernah kerja di sebuah media pria dewasa, saat ini kami pun sama-sama kerja di media parenting. Mungkin karena faktor ini juga ya, yang bikin pertemanan kami masih terus terjaga dengan baik.

Suatu hari, teman saya yang lebih sering di sapa Ria ini sempat cerita kalau dirinya bersama beberapa teman lain yang juga pekerja media mendirikan sebuah komunitas. Namanya Mommie Stories. Umh… komunitas macam apa, sih, nih? Mau tau cerita lengkapnya? Berikut penuruturan Febria ke saya mengenai komunitas MS.

Bekerja sebagai penulis selama hampir 10 tahun dan banyak terjun ke dunia parenting membuat saya punya banyak bekal informasi yang tentu saja menginspirasi saya secara pribadi. Informasi dari narasumber saat wawancara atau mengikuti seminar seringkali saya aplikasikan sendiri. Apalagi lima tahun lalu, saya adalah ibu baru yang membutuhkan banyak belajar untuk bisa menjadi ibu yang menyenangkan.

Kenapa bukan ibu yang baik? Bagi saya menjadi ibu yang menyenangkan untuk anak dan tentu suami sudah pasti ibu yang baik bukan? Belajar menjadi ibu yang nggak selalu meminta anak untuk menjadi ini itu dan sebagainya. Ini semua saya dapat dari proses belajar yang mungkin nggak akan ada selesainya.

momsuper

Nah, berbekal dari itu, saya sangat ingin sekali berbagi dengan ibu muda alias mahmud (mamahmuda). Sayang sekali kalau punya ilmu atau informasi yang baik tapi nggak saya sharing. Pastinya saya perlu wadah untuk bercerita kepada para ibu dan juga anak-anak untuk setiap hal baru pengalaman menarik yang saya peroleh.

Ini juga yang membuat anak saya termasuk tipe anak yang suka bercerita. Bahkan setiap hari Senin, ia akan selalu cerita tentang kegiatan di hari sabtu minggu. Tentang bagaimana dirinya mengikuti saya saat harus bekerja di weekend, tentang bagaimana dirinya diajak berenang dan masih banyak lagi.

Saya nggak mau sendirian, untuk menjadi ibu yang menyenangkan. Saya membutuhkan komunitas, ya sebuah komunitas yang memang berisikan ibu dengan pemikiran modern dan positif. Sampai pada akhirnya saya bertemu dengan senior saya bernama Vanda Yulianti yang memang adalah seorang penulis cerita anak, pendongeng dan tentu saja ibu dua anak yang ternyata punya impian saja. Ingin menjadikan cerita menjadi kegiatan yang positif. Nggak hanya saja soal mendongeng, melalui cerita banyak hal positif yang bisa diambil bahkan untuk anak-anak, kegiatan saling bercerita tentang apa saja apapun akan membuat hubungan ibu dan anak menjadi lebih seru.

Jadilah, Desember 2013 melalui ide yang sederhana sebagai ibu kami membentuk komunitas bernama mommiestories. Tentu dari namanya saja kami ingin menjadi tempat bercerita semua ibu dan anak di Indonesia. Dengan berbagi cerita kami merasa lebih happy menjalani hari-hari sebagai ibu di rumah maupun ibu bekerja.

Berbagai kegiatan pun kami lakukan,mulai dari membuat fanpage FB, web mommiestories hingga mengadakan aktivitas bersama para anggota komunitas. O iya, saya merasa beruntung karena background pekerjaan di bidang jurnalistik membuat saya lebih mudah untuk mencari anggota.

Nggak perlu waktu lama untuk mengajak ibu-ibu bergabung di MS, bahkan empat pengurus inti semuanya berlatar belakang jurnalistik hahahaha. Selain itu anggota MS pun sangat beragam, mulai dari ibu rumah tangga, ilustrator, penulis buku, psikolog, pencetus Paud. Ini yang membuat cerita di MS semakin beragam.

Selama hampir setahun, setidaknya kami sudah melakukan dua kali kegiatan yang melibatkan ibu dan anak.

Pertama, kami mengadakan acara Writing and Comic Making dan ternyata acara tersebut sangat sukses. Antusias anak dan ibu begitu besar. Meskipun peserta belum pernah ada yang membuat komik, tetapi anak-anak sudah pandai menulis cerita atau menggambar. Seperti anak saya yang berusia 4 tahun, belum terlalu pintar menulis tetapi bercerita lewat gambar bisalah saya puji hasilnya hahahaha.

S

Di kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan ilmu bagaimana sih kalau membuat satu cerita dan menggambar sehingga menjadi komik. Nggak disangka pertanyaan nya lucu. Tapi dibalik itu juga, saya menemukan hal lainnya yang cukup menjadi perhatian. Ternyata dari kegiatan menulis cerita, kita menjadi tahu perasaan anak-anak dan bagaimana anak-anak itu dalam keseharian.

Meski sedih saat mengetahui ada seorang anak mengisahkan keseharian di rumah dengan kata dan gambar dimana ayah atau ibunya sering teriak dan memarahi. Ternyata, ya benar dengan bercerita kita sebagai orangtua pun menjadi diasah untuk lebih peka mengetahui kebutuhan anak. Inilah yang membuat kami semakin bulat tekadnya untuk tetap konsiten pada kegiatan bercerita.

Kegiatan kedua, kami membuat acara ngabuburit sambil membuat kaleng kue sendiri. Ya, kalau ditanyakan kok nggak ada unsur ceritanya? Ups jangan salah, kegiatan menghias kaleng kue Lebaran ini, pun menjadi ajang untuk anak cerita tentang aktivitas puasa dan lebaran. Yang menarik dari kegiatan ini, anak-anak tahu bagaiman memanfaatkan barang nggak terpakai menjadi sebuah kaleng kue yang cantik.

komik-family

Dan di bulan Agustus ini kami pun membuat kegiatan off line, yaitu foto Selfie 17an. Ya, kami ingin anak-anak juga memiliki cerita seru seputar 17an dan kami sebagai orangtua pun bisa bercerita tentang perjuangan pahlaman dan pengalaman masa kecil saat merayakan 17an.

Masih banyak lagi yang akan kami lakukan untuk komunitas ini, mulai dari ingin piknik di taman kota, wisata kota Jakarta, kelas memasak, kelas bercerita, bahkan ada ide seru untuk backpacker bersama anggota.

Tantangan yang saya rasakan terjun langsung di komunitas ini adalah, mengatur waktu karena di sela kesibukan sebagai pekerja media, saya pun harus menyisipkan waktu untuk meeting, membuat konsep acara, mencari sponsor sampai dengan aktif juga mengupdate sosial media MS. Seru sekali karena ini menjadi pengalaman luar biasa dimana saya lebih mengenal banyak ibu dengan kehebatan masing-masing.

Biasanya sih saya sengaja mengatur pertemuan dengan pengurus di saat weekend. Tentu saja mengajak anak dan suami. Dan setiap kegiatan MS, pastinya anak ikut, karena dengan begitu anak punya teman baru dan juga pengalaman baru. So, sekalian mengajarkan sosialisasi dan interaksi dengan orang lain.

Harapan dan impian kami tentunya ingin membuat semua ibu dan anak di Indonesia memiliki kegembiraan. Bisa meraih mimpi sekecil apapun, bisa merasakan kehangatan keluarga meski ditengah hiruk pikuk kesibukan. Dan caranya tentu saja dengan terus berkomitmen meluangkan waktu untuk membacakan buku atau bercerita kepada anak-anak. Apapun itu kegiatan nya bisa menjadi cerita yang menarik dan berkesan.

—–

Wiiih…. saya sendiri, cukup salut dengan langkah Febria bersama teman-teman untuk mendirikan komunitas ini. Sama seperti mereka, saya pun termasuk orangtua yang ingin eksistensi kegiatan mendongeng tetap ada dan rutin untuk dilakukan. Seperti yang kita ketahui, manfaat bercerita itu anak itu kan banyak banget. Mulai dari merekatkan bonding dengan si kecil, perkembangan psikologis dan kecerdasan anak secara emosional juga semakin terasah. Makanya sampai saat ini kegiatan mendongeng atau bercerita sebelum tidur jadi kegiatan wajib saya dan suami untuk Bumi.

Jadi, kalau si kecil minta kita bercerita jangan males, ya, Mommies :D


Post Comment