Perawatan Payudara Ibu Menyusui

IMG_7903

Mendapatkan ASI merupakan hal dasar yang diperlukan bayi guna tumbuh kembangnya. ASI dapat memenuhi 100% kebutuhan bayi pada 6 bulan pertama (ASI eksklusif), 60-70% kebutuhan bayi pada usia 6 – 12 bulan, dan 30% kebutuhan bayi pada usia lebih dari 12 bulan. Pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Guna mencapai anjuran pemberian ASI tersebut, tentu dibutuhkan perhatian dan perawatan payudara ibu menyusui. Berikut beberapa bentuk perawatan diri yang dapat ibu menyusui lakukan.

  • Menjaga payudara tetap bersih dan kering terutama puting susu.
  • Menggunakan bra yang menyokong payudara.
  • Apabila puting susu lecet oleskan kolostrum atau ASI yang keluar pada sekitar pusing susu setiap kali selesai menyususi. Menyusui tetap dilakukan dimulai dari puting susu yang tidak lecet.
  • Bila timbul rasa nyeri yang mengganggu, ibu mungkin membutujkan obat perede nyeri yang jenisnya harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada tenaga medis agar tetap aman bagi bayi.

Beberapa permasalahan pada payudara ibu menyusui yang sering dijumpai adalah:

Breast engorgement/ Pembendungan ASI
Hal ini menyebabkan rasa nyeri pada payudara karena ketidakseimbangan antara produksi ASI dan kebutuhan susu bayi. Rasa nyeri dan tidak nyaman yang ditimbulkan dapat menyebabkan ibu berhenti menyusui lebih awal karena dirasa mengganggu.
Kondisi ini umumnya terjadi pada payudara ketika terjadi perubahan produksi dari kolostrum menjadi susu, biasanya 3 – 5 hari setelah melahirkan. Pada awalnya akan terjadi rasa penuh, pembengkakan, dan ketidaknyamanan di payudara. Dengan perawatan yang rutin, kondisi ini dapat berkurang dalam 10 hari.

Ada beberapa cara untuk mencegah dan mengurangi gejala-gejala pembendungan ASI. Silakan dilihat di halaman selanjutnya.


Post Comment