Spectrum Autism, Apakah Itu?

autism-chat-followup-ftr

Belakangan ini, semakin banyak anak yang diidentifikasi mengalami Spectrum Autism atau SA. Tentunya bukan hanya sang anak saja yang menderita karena mengalami SA, orangtua dan keluarganya juga ikut menderita. Kadang ada keluarga yang merasa malu, marah, sedih, dan perasaan lainnya. Memang penyakit seperti SA ini bukan suatu penyakit yang dapat dicegah sebelumnya, namun sebagai orang terdekat, orangtua dan keluarga harus dapat menerima keadaan tersebut dengan ikhlas dan berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki anak SA. Walaupun mereka memiliki SA, sebenarnya anak SA itu pada umumnya memiliki 1 kelebihan yang menonjol dan akan menjadi sangat hebat apabila dapat dikembangkan.

Untuk itu terlebih dahulu orangtua perlu memahami dengan baik apa sih SA itu?

Menurut Mash & Wolfe, pengarang buku Abnormal Child Psychology, SA adalah gangguan perkembangan yang cukup parah, yang ditandai dengan abnormalitas pada fungsi sosial, bahasa dan komunikasi, dan tingkah laku serta minat yang tidak biasa. Jadi, autisme ini menyentuh setiap aspek interaksi anak dengan lingkungannya, melibatkan sebagian besar bagian otak, dan mengacaukan kepribadian anak sebagai manusia (respon sosial, kemampuan berkomunikasi, dan perasaan terhadap orang lain).

Terus kenapa sih autisme itu sekarang disebutnya spectrum autism?

Menurut Lord, Cook, Leventhal, & Amaral, penulis artikel autism spectrum disorder, autisme adalah spectrum disorder yang berarti bahwa simtom, kemampuan, dan karakteristik anak dengan autisme diekspreksikan dalam kombinasi yang berbeda-beda dan derajat keparahan yang berbeda pula. Maksudnya adalah anak dengan autisme memiliki perbedaan dalam kognitif, kemampuan bahasa, dan kemampuan sosial mereka sehingga mereka tidak dapat disamaratakan.

Anak dapat dikatakan memiliki SA apabila memiliki karakteristik seperti yang dibuat oleh DSM IV TR (klasifikasi gangguan mental). Klasifikasinya adalah, lihat di halaman selanjutnya, ya!


Post Comment