Berolahraga Dari Awal

Karena sedang menikmati masa berduka, jadilah selama tiga minggu saya tidak berolahraga sama sekali. Pilah-pilih makanan sehat pun tidak dilakukan dengan benar. Yang ada saya malah susah makan, rajin berbaring di atas kasur dan semangat bergerak menguap entah ke mana.

Jangan ditanya bagaimana remuknya badan saya. Ugh, berasa sakit dan pegal-linu nggak jelas. Awalnya saya mengira badan ini terlalu lelah akibat bolak-balik Depok- Jakarta- Cirebon hingga terkena masuk angin. Melihat saya yang tepar tak berdaya, suami pun berinisiatif mencarikan ahli pijat tubuh yang bisa dipanggil ke rumah. Memang sih, setelah dipijat badan saya merasa enak dan lemas. Namun beberapa hari kemudian, rasa tidak enak kembali menyerang badan saya.

Dipikir-pikir, saya yakin semua ini akibat dari terlalu lama tidak berolahraga. Badan yang bisa diajak berolahraga setiap hari selama tiga puluh menit, tiba-tiba harus berhenti sejenak. Kalau boleh saya mengingatkan, berhenti olahraga selama empat belas hari saja sudah membuat badan kembali ke keadaan awal (keadaan di mana kita belum terbiasa untuk berolahraga). Apalagi jika berhenti olahraga selama tiga minggu seperti saya ya?

Jadilah saya mencoba untuk merutinkan lagi kegiatan olahraga harian. Jangan harap mudah, karena ternyata berat banget di badan saya. Padahal, saya sudah memulai olahraga level pemula. Ternyata, inilah yang dimaksudkan ‘Badan kembali ke keadaan awal’, alias badan terasa berat, otot-otot mulai menurun kekencangannya dan gerakan-gerakan olahraga sederhana pun terasa tidak mudah untuk dilakukan.

Namun, demi program kesehatan tahun ini, saya mengukuhkan hati untuk tetap berolahraga. Ada beberapa cara yang saya lakukan agar saya kembali terbiasa untuk berolahraga, di antaranya :

WOathome

Pilihan saya adalah membuka Youtube dan memilih tiga video olahraga untuk pemula. Biasanya, saya mencari di fitness blender via Youtube. Tapi, boleh-boleh saja memilih video apapun asalkan level untuk pemula ya.

Untuk lebih memudahkan saya dalam merutinkan kegiatan olahraga, biasanya saya menyusun jadwal harian. Misalnya, hari Senin dan Kamis adalah waktunya untuk yoga. Hari Selasa dan Jumat melakukan HIIT for beginners. Hari Rabu saya pilih kickboxing dan hari Sabtu waktunya saya lari mengelilingi Universitas Indonesia. Dengan adanya jadwal seperti ini, saya tidak lagi kebingungan dan bisa terus konsisten melakukan olahraga. Kalau soal jam olahraga, saya memilih di saat luang, bisa jadi Subuh atau dua jam sebelum tidur malam.

  • Padu-padan pakaian olahraga

Percayalah, outfit itu sangat membantu kita untuk tetap bersemangat. Biasanya sih, saya sudah menyiapkan ingin memakai atasan warna apa, celana legging atau pendek dan sepatu olahraga. Meskipun saya berolahraga di dalam rumah, saya tetap memakai sepatu. Gunanya agar terhindar dari cedera.

  • Siapkan cermin

Iya, saya selalu berolahraga di depan cermin. Agak aneh ya. Tapi itulah yang saya lakukan. Meski terdengar aneh, bagi saya keberadaan cermin membantu saya melakukan gerakan olahraga dengan baik. Satu lagi, saya jadikan bayangan di depan cermin adalah kompetitor. Benar-benar bersaing dengan diri sendiri deh.

Itulah beberapa hal yang saya lakukan agar saya kembali bersemangat untuk terus berolahraga. Saya akui, seminggu pertama adalah hal terberat dan badan benar-benar dibuat remuk. Namun setelah dua minggu rutin berolahraga, saya kembali merasa “sehat” seperti dulu, saat saya rutin berolahraga. Artinya, selamat tinggal level pemula, hihihihi…

Buat Mommies yang ‘libur’ olahraganya saat bulan Ramadan plus libur lebaran kemarin, yuk ah, olahraga bareng saya!

 

 


Post Comment