Homeschooling: Tak Ke Sekolah Bukan Berarti Tak Belajar

Sekolah adalah model pendidikan yang paling umum di masyarakat, tetapi ternyata bukan satu-satunya. Homeschooling merupakan sarana yang valid untuk mengantarkan anak-anak meraih tujuan pendidikan. Melalui homeschooling, Anda bebas menuliskan visi tumbuh-kembang anak dan menentukan cara mengantarkan anak pada pencapaian terbaik.

Homeschooling memberikan ruang dan kesempatan bagi orangtua untuk belajar dan berproses menjadi guru terbaik untuk anak. Melalui buku ini, Sumardiono, praktisi homeschooling, berbagi inspirasi tentang 35 gagasan homeschooling yang perlu diketahui para peminat dan pemula.

Itulah tulisan singkat di sampul belakang buku ‘Apa Itu Homeschooling’ yang ditulis oleh Pak Aar Sumardiono. Menarik untuk dibedah isinya ya.
Rabu, 3 Juli di rumah saya diadakan pertemuan komunitas homeschooling Alhikam, agenda pada hari itu bedah buku Pak Aar.

homeschooling-abcsApa Itu Homeschooling (HS)?

  • Titik nol

HS dibangun berdasarkan nilai-nilai kebebasan bertanggung jawab pada orangtua atas dasar pendidikan anak-anaknya.
Setiap keluarga memiliki KEMERDEKAAN untuk menentukan PENDIDIKAN TERBAIK untuk anaknya.

  • Kita adalah tuan untuk nasib kita sendiri.

Kita yang bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anak kita. Negara menyediakan pendidikan untuk warga negaranya. Subjek pendidikan adalah warga negara maka hak untuk menentukan jenis pendidikan yang sesuai adalah milik keluarga.

  • Melihat dengan cara berbeda.

Sekolah dipandang sebagai satu-satunya wujud pendidikan yang benar (proses penjenjangan, ijazah, rapot, peringkat kelas, cara belajar, dll). HS mengembangkan sudut pandang yang berbeda dari sekolah. Terbuka luas bagi keluarga HS untuk mengembangkan sudut pandang dan model pendidikan yang berbeda dari sekolah.

  • Individu dan keluarga pembelajar.

Spirit dasar proses pembelajaran dalam HS:
• Belajar apa saja (yang diminati)
• Belajar di mana saja (yang disukai)
• Belajar dengan cara apa saja (yang sesuai)
• Belajar kapan saja (diinginkan)
• Belajar dari siapa saja (yang mencerahkan)
Karena,
• Belajar adalah hak, bukan kewajiban.
• Belajar itu menyenangkan, bukan membebani.

HS membentuk pembelajar sejati.

Orangtua sebagai guru pertama. Simak penjelasannya di halaman berikutnya ya!


Post Comment