My Extended Breastfeeding Story

Siapa yang menyangka kalau saya masih menyusui Menik yang saat ini sudah berusia 2 tahun 9 bulan? Saya sendiri rasanya masih takjub! Karena yang ada dibayangan soal menyusui adalah dalam rentang waktu 24 bulan. Setelah itu ya, selesai. Saya tidak punya pengetahuan yang cukup soal menyapih, karena (lagi-lagi) saya menganggap ini merupakan hal yang (harusnya) alami. Namanya juga anggapan orang awam, ya.

Dulu di awal menyusui, saya menganggap semua orang PASTI bisa menyusui. Nyatanya? Kalau tidak sabar, mau belajar dengan tekun, dan berlatih terus menerus, ya tidak akan bisa mencapai rasa nyaman ketika menyusui. Salah posisi saja bisa jadi problem saat menyusui. Anggapan soal menyapih adalah hal yang alami ternyata salah juga. (Salah melulu, ya!! Haha) Ya kan kalau melihat sekeluarga besar yang (kayaknya) menyusui dan menyapih tanpa drama, anggapan positif soal menyusui pasti terbentuk. Jujur nih, saya benar-benar nggak pernah dengar cerita soal puting lecet hingga susahnya menyudahi masa menyusui dari semua ibu menyusui di keluarga besar kami. Pokoknya saya sampai dapat julukan “Si Susah Nyusuin” dari semua perempuan menyusui di keluarga x)) *kasihan*

EBF2Iya, ini lagi nyusuin! 

So how does it feel to breastfeed a toddler?

Fun yet exhausting! Sebetulnya ada rasa kesal sedikit, sih, karena anak yang disusui sudah cerewet dan mulai bisa berargumen. Jadinya sudah nggak lucu lagi. Dulu kalau disusui kan rasanya damai, ya. Ini sih, jumpalitan. Kadang main-main, kadang bisa ngobrol di sela waktu menyusui. Misalnya saya tanya sesuatu, Menik akan melepas mulutnya dari payudara dan menjawab pertanyaan saya lalu setelah itu akan melanjutkan sesi menyusu. Kadang, permintaan menyusu juga cuma basa-basi, loh. Misalnya Menik lagi main, kemudian bosan. Menik akan datang ke saya dan bilang “Bu, susu!” kalau saya berhasil mengalihkan, ya, nggak jadi nyusu.

Apakah frekuensi menyusu berkurang drastis?

Sejujurnya nggak (atau saya nggak memperhatikan, ya?), karena sejak lahir saya tidak pernah menghitung frekuensi menyusui. Always on demand! Tapi belakangan ini, karena mulai sering saya alihkan, ya otomatis berkurang. Hanya saja, menyusu sebelum tidur yang belum bisa dihentikan. Kalau mau tidur, wajib nyusu dan kelonan sama Ibu. Pernah satu hari, ketika mau tidur siang, saya coba untuk mempraktikan saran ibu-ibu untuk menepuk-nepuk bokong Menik, mengelus punggung, mendongeng, bernyanyi, menggendong untuk mengantar ke tidurnya. Hasilnya NOL besar. Saya dan Menik sama-sama frustrasi. Menik nangis histeris karena melihat payudara ada di depannya tapi tidak boleh menyusu. Saya juga stres karena kasihan melihat anaknya tidak bisa tidur. Katanya kalau kejadian begitu, sebetulnya itu tanda kalau ibunya juga belum siap menyapih. Lah, rasanya saya siap sekali, loh. Tapi tega nggak kalau melihat situasi anak sulit tidur?

Apakah ada tanda-tanda dari Menik kalau sudah siap disapih? Nah, ini! Haha, simak di halaman selanjutnya ya!


3 Comments - Write a Comment

  1. Ihiiy Menik udh 2 tahun 9 bulan yaa…

    Rais jg baru bisa lepas pas umur segitu, itupun krn pd saat itu kerjaan gw menuntut utk ngilang2 mulu n jarang d rumah di saat jam2 dia nyusu (abis subuh or malem pas mau bobo), jd dg trpaksa doi nyapih sendiri…

    Awal2 sih dicoba dengan tidur pisah, sugesti, dll. Bener kt loe Ki, slama kita masih bs liat wujud satu sama lain itu susaaaahh bgt.. Rais frustasi, tantrum tiap dilarang nyusu. Gwenya juga ga tega n jd sedih sendiri… Soalnya
    Kt bapaknya sih, klo gw gak ada n doi ngantuk.. ga ada tuh crita nangis2 mau nenen umi. Tidur ya tidur ajaah smbl ditepok2 punggungnya.. hoho

    Dulu jg doi suka kelepasan ‘meraba2′ payudara gw. Tapi karena Rais laki2, utk masalah ini gw galak sih, klo omelan ga ngaruh tangannya suka gw tepak hehe…*sadis yak.

    Tapi yg pasti menyusu lama memorinya bs jd bakal diinget trus sih, skrg kalo lg cerita nanti klo ada adek bayi minumnya nenen aja dia msh suka jawab “itu kan punyaku mii” zzz.. padahal saat ini umurnya ud 4,5thn hihi.

    Enjoy the breastfeeding time Kiii… insya Allah ktmu caranya masing2 nanti biar bs ‘move on’ :D

  2. jalan terooosss…hahaha
    disini satu2nya yg gak extend cuma D1, malah kurang 4bln dan gue nyesel berat smp sekarang. I wish I knew tandem is okay :(

    soal tangan grepe2, cuma D4 nih yg begitu, tapi dr awal nggak cuma belakangan. dan gue sebel sesebel2nya jadi ya gw tepakin mulu :D

Post Comment