Mimpi Yang Jadi Nyata

make-dream-come-true-small

Sejak kelas 4 SD, saya sudah berjualan. Awalnya dalam rangka membantu tante yang kena PHK dan akhirnya memutuskan untuk berjualan kue. Saya membantu menjual di sekolah. Untuk satu brownies yang laku, saya mendapat Rp25,- dan saya happy banget!! Senang bisa membantu tante yang saat itu kesulitan, dan senang dapat uang jajan. Sehari saya bisa dapat Rp12.500,- loh, lumayan ya! Inilah yang membuat saya senang berjualan. Ciyeee! Walau mungkin dalam lubuk hati terdalam, sebetulnya bukan senang berjualan, tapi ingin bisa duduk di balik meja dan mengoperasikan mesin kasir :p Hahahaha!

Anyway, saya memang senang berjualan, tapi saya kurang suka jika harus membuat sendiri barang yang mau dijual. Iya, seperti waktu saya iseng membuat roti ubi ungu, tiba-tiba ada yang mau coba. Teman yang mencoba merasa puas, kemudian mengunggah testimoni tanpa diminta. Besoknya ada saja yang pesan si roti ungu. Awalnya senang karena sebagai ibu rumah tangga, mendapatkan penghasilan tambahan walau hanya sedikit, rasanya bahagia! Tapi baru berjalan dua minggu, saya mulai bosan. Saya berhenti menerima pesanan. Mungkin juga karena semua dilakukan manual, sendirian. Jadi tenaga tidak cukup dan akhirnya capek berujung pada bosan.

Semangat kemudian bosan ini sudah terjadi beberapa kali jika saya mencoba berbisnis dari rumah.Hingga akhirnya sebuah tawaran yang rasanya sesuai dengan passion saya seputar mengatur isi rumah.Bagaimana ceritanya? Simak di halaman berikut, ya!


Post Comment