Bermaafan Banyak Manfaatnya

Teddy-saying-sorry

Hmmm sudah tercium bau opor, sambal goreng ati, dan rendang nih… Ketupat juga sudah tergantung-gantung tuh di jemuran dan suara takbir mulai berkumandang. Artinya? Besok lebaran! Hore! Akhirnya hari yang fitri dan penuh kemenangan datang juga :D Itu berarti juga waktunya makan-makan banyak (walaupun penuh kolesterol) :p.

Tapi yakin nih yang ditunggu-tunggu dari lebaran cuma makan-makan dan THR-nya saja? Ada yang lebih penting, yaitu saling bermaafan. Bukannya itu inti dari lebaran? Mommies perlu tahu nih, bermaafan itu tidak hanya mendatangkan manfaat dari sisi spiritual saja lho, tetapi juga mendatangkan manfaat dari sisi psikologis. Apa saja sih manfaatnya?

Menurut Enright, pengarang buku The Psychology of Interpersonal Forgiveness, ketika kita memutuskan untuk memaafkan seseorang, kita membuat keputusan untuk meninggalkan dan membuang keinginan kita untuk balas dendam dan perasaan sakit hati. Kita juga berhenti men-judge orang yang menyakiti kita. Dibandingkan denngan membalas dendam, sakit hati, dan melakukan judgement, kita memiih untuk menunjukkan kemurahan hati, kasih sayang, dan kebaikan. Dalam memaafkan, kita tidak melupakan kesalahan yang terjadi dan juga tidak menganggapnya benar, melainkan kita menggantikan perasaan dan pikiran negatif kita dengan pikiran, perasaan, dan tingkah laku yang positif.

Memaafkan dan minta maaf. Mana yang lebih baik? Simak di halaman selanjutnya!


Post Comment