Zakat Untuk Program Beasiswa

“Saya tidak pernah berani bermimpi untuk melihat anak-anak di daerah kami untuk bisa sekolah sampai bangku SMA. Pendapatan orangtua kami sebagai petani hanya 1 juta sebulan, itupun belum dipotong dengan bayar tengkulak. Rasanya anak-anak kami sudah terputus oleh masa depan. Karena penghasilan jadi petani tidak bisa diandalkan, demi menghidupi keluarga dan membantu para suaminya, para ibu banyak yang memilih untuk menjadi TKW. Padahal, anak-anak butuh ibu mereka untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Cianjur terkenal dengan berasnya yang enak dan wangi, tapi kami para petani dan anak-anak petani tidak pernah merasakannya.”

Kira-kira begitulah curahan hati salah satu guru yang datang bersama anak-anak petani miskin yang mendapat beasiswa dari Dompet Dhuafa. Ingin menangis rasanya waktu mendengar ungkapan hatinya. Bagaimana nggak, ketika saya dan keluarga bisa menikmati makanan enak tanpa kesulitan, ketika saya dan suami bisa memberikan pendidikan yang layak untuk Bumi,  mereka dan jutaan masyarakat lainnya belum bisa mendapatkannya. Jangankan bisa mencicipinya, bermimpi saja mereka nggak berani.

Penyerahan simbolik 1juta per anak

Idealnya kan,  setiap anak bisa mengenyam bangku sekolah minimal hingga bangku SMA, di mana sebenarnya pendidikan ini juga bagian dari hak mereka. Sayangnya, kondisi pendidikan di Indonesia memang belum merata, angka anak putus sekolah masih begitu tinggi. Salah satunya penyebabnya tentu nggak lain karena faktor kemiskinan yang masih banyak dialami oleh penduduk desa, yaitu 14,42%. Dan sebagian besar penduduk miskin ini berada di wilayah pedesaan yang berkerja di sektor pertanian, baik petani ataupun buruh tani.

Beberapa fakta ini saya ketahui ketika mengikuti jumpa pers yang dilangsungkan Dompet Dhuafa belum lama ini dibilangan Pejaten. Padahal pendidikan merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk memutuskan lingkaran kemiskinan. Saya sendiri sangat percaya kalau lewat pendidikan yang baik dan tepat, tentu anak-anak di pedesaan bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sangat baik sehingga bisa meningkatkan taraf hidupnya.

Dompet Dhuafa selaku lembaga nirlaba pun sudah sejak lama menaruh perhatian terhadap pendidikan dan investasi sumber daya manusia. Dengan dana zakat, infak dan sedekah, dan wakaf (ziswaf) pedidikan yang terhimpun, Dompet Dhuafa terus berupaya memastikan kelangsungan pendidikan masyarakat dhuafa. Karenanya, saat ini Dompet Dhuafa pun memberikan beasiswa pada 1000 anak. Salah satu program pemberdayaan dalam sektor pendidikan yang selama ini sudah dilakukan adalah SMART Ekselensia Indonesia, yaitu sekolah bebas biaya untuk sisiwa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Saya sendiri cukup salut dengan banyaknya gerakan yang sudah dilakukan Dompet Dhuafa. Sebelum menjalankan gerakan beasiswa 1000 anak tani ini, lembaga ini juga sudah melakukan berbagai intervensi pendidikan dengan berbagai cara, misalnya dengan mengelola elemen pendidikan lainnya seperti pelatihan guru-guru ataupun tata kelola sekolah.

Saya sendiri belum mampu banyak membantu anak-anak di luar sana. Impiannya sih, suatu saat nanti bisa ikut terlibat langsung, bisa mengajar anak-anak jalanan atau anak kurang bagus. Syukur- syukur punya rezeki sehingga bisa buat sekolah gratis. Tapi, sebelum semuanya bisa terwujud, paling tidak saya  bisa membantu dengan berbagi rezeki dengan mereka melalui wadah yang tepat.

Buat Mommies yang masih belum tahu ingin menyalurkan zakatnya ke mana, mungkin bisa menyalurkannya lewat program Dompet Dhuafa. Bukankah salah satu bentuk syukur yang bisa kita lakukan adalah dengan mengeluarkan zakat, baik berupa zakat fitrah maupun zakat maal?

 


Post Comment