14 Pertanyaan Tersering Tentang Berpuasa

150924_Sweetner_KDM_

Banyak memang, pertanyaan yang timbul mengenai hubungan puasa dan kesehatan. Selain itu, kami dari redaksi TanyaDok juga telah memberikan bahasannya. Namun, seringkali kita masih memiliki pertanyaan-pertanyaan lain, bukan? Jadi, tidak ada salahnya simak pertanyaan yang disarikan dari National Health Service (NHS) dari Inggris berikut ini.

1. Apakah penderita diabetes dapat puasa?

Diabetisi yang gula darahnya terkontrol, baik dengan diet atau tablet, bisa saja berpuasa. Namun, mereka harus berkonsultasi dulu dengan dokter agar dapat diganti obat-obatannya sehingga dikonsumsi hanya di luar jam berpuasa. Mereka yang menggunakan kontrol insulin disarankan untuk tidak berpuasa.

2. Saya bisa terkena migrain yang sakit sekali kalau saya melewatkan jam makan, dan semakin buruk kalau saya berpuasa. Apakah saya bisa berpuasa?

Mereka dengan migrain tak terkontrol disarankan untuk tidak berpuasa. Namun, jika migrainnya sudah dapat terkontrol, mereka dapat berpuasa. Sebelum Anda memutuskan untuk berpuasa, konsultasikan dahulu dengan dokter.

3. Apakah orang dengan tekanan darah tinggi atau rendah dapat berpuasa?

Penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi terkontrol bisa berpuasa dengan perubahan gaya hidup dan/atau dengan obat-obatan. Perlu konsultasi dengan dokter dahulu untuk penggantian obat agar obat dapat diminum di luar jam puasa.

Orang dengan ‘tekanan darah rendah’ yang tak ada keluhan, bisa saja berpuasa. Konsumsi cairan dan garam yang cukup sangat disarankan.

4. Apakah berpuasa berbahaya untuk wanita yang sedang hamil?

Simak jawabannya di halaman berikut ya!


Post Comment