Amankah Pil Penunda Haid Untuk Bulan Puasa?

pms

“Dok, menggunakan pil penunda haid selama puasa, bolehkah?” Ini menjadi salah satu pertanyaan yang sering menjelang bulan Ramadan. Apakah terdapat efek samping yang membahayakan? Temukan jawabannya di dalam artikel ini.

Saat bulan puasa ini mungkin terdapat sebuah kebiasaan baru, termasuk wanita  yang belum menikah untuk mengonsumsi obat atau pil penunda haid di bulan Ramadan. Hal  ini dilakukan agar kegiatan puasa mereka tidak “berhalangan” karena siklus haid yang datang tiap bulannya. Banyak yang melakukan ini karena keinginan mereka untuk bisa menikmati puasa di bulan Ramadan tanpa harus kehilangan beberapa hari akibat menstruasi.

Tetapi apakah mereka mengetahui keamanan penggunaan obat yang mereka lakukan ini? Sayangnya terdapat kekurangan terhadap pengetahuan yang mereka miliki mengenai efek samping dari pil penunda haid tersebut.

Pil penunda haid tersebut sendiri mengandung bahan aktif dari produk sintesis hormon progesteron yang mirip dengan hormon alamiah pada perempuan. Hormon progesteron ini digunakan untuk memanipulasi siklus haid. Biasanya, obat ini digunakan untuk mengatasi gangguan menstruasi, endometriosis, serta pendarahan menstruasi berat dan lain sebagainya.

Pengunduran atau penundaan haid dapat dilakukan dengan pemberian progesteron 10-15 hari atau paling lambat 7 hari sebelum haid yang berikutnya datang, kemudian penghentian pemakaiannya 3 hari sebelum haid yang diinginkan. Haid biasanya akan datang 2-3 hari setelah penghentian penggunaan progesteron.

Nah, ternyata penggunaan pil ini bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan yang serius termasuk kemungkinan mengakibatkan kemandulan. Selain itu, komplikasi yang lain adalah bisa mengakibatkan kekurangan hormon, perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambahnya berat badan, akne atau jerawat, dan kadang-kadang payudara menjadi kecil.

Yang perlu diperhatikan, penggunaan obat ini harus di bawah pengawasan medis dan bahwa kuantitas seharusnya terbatas  dan hanya untuk jangka waktu sementara, misalnya saat umroh atau ibadah haji. Bila hanya digunakan sekali-sekali saja, maka tidak menimbulkan efek yang serius. Namu bila digunakan dalam jangk awaktu lama, memerlukan perhatian yang khusus. Jadi sebaiknya, berkonsultasilah dahulu dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat ini. Oleh sebab itu berhati-hatilah dalam menggunakan obat penunda haid. 

TanyaDok adalah cara hidup sehat modern, memberikan akses kesehatan kapan pun, di mana pun bagi keluarga Indonesia dengan tanya dokter online, artikel kesehatan, solusi hidup sehat, komunitas kesehatan dan rujukan ke pelayanan kesehatan. Cari dan tanyakan masalah kesehatan di sini www.tanyadok.com dan follow @tanyadok atau like www.facebook.com/tanyadokteranda.


Post Comment