Pilpres 2014: Nyoblos Yuk!

pemilu

Selamat pagi!

Saat Mommies membaca artikel ini, mungkin beberapa sudah tau bagaimana pandangan politik kami di Female Daily Network, terhadap pemilihan presiden tahun ini. Bagi yang belum, Mommies bisa membacanya di artikel ini dan ini.

Tapi jangan salah, di sini, saya nggak bermaksud memengaruhi pilihan Mommies, kok. Saya hanya ingin memberikan pandangan mengenai perlunya partisipasi setiap warga negara dalam pemilihan ini. Ada beberapa yang mengatakan, “Ah, siapapun yang jadi presidennya, kita tetap harus cari uang sendiri”, ya nggak?

Iya, betul juga sih, pendapat itu. Tapi apakah bernegara hanya urusan duit saja?

Siapa yang tidak memimpikan sistem pendidikan kita bisa seperti sistem pendidikan di Finlandia? Pasti kita semua ingin, ya. Peran pemerintah sangat penting lho, kalau mau sistem pendidikan kita seperti ini.

Siapa yang sebel sama KPI yang meloloskan tayangan nggak mutu macam sinetron, komedi yang nggak mendidik atau kontes-kontesan di mana anak-anak diekspolitasi? Di mana peran pemerintah?

Siapa yang nggak gemas sama kasus kekerasan terhadap anak; bullying sampai pelecehan seks? Kok bisa-bisanya manusia keji seperti ini beredar bebas? Gimana masa depan anak-anak kita?

Siapa yang nggak kesal sama rumah sakit yang seenaknya ngasih susu formula ke bayi kita yang baru lahir padahal kita niat setengah mati untuk kasih ASI eksklusif? Susu formula di beberapa negara bisa lho, dibelinya harus dengan resep dokter. Kenapa di sini nggak? Regulasi kan, berarti :(

Siapa yang nggak gemas saat terjebak macet karena banyaknya mobil pribadi ketimbang angkutan umum yang nyaman? Kalau pembatasan kepemilikan mobil, pajak, atau apalah itu dibuat pemerintah, pasti kemacetan bisa berkurang.

Dan banyak lagi kegemasan kita, tentunya.

Apakah semua ini bisa diselesaikan jika kita nggak ambil bagian dari setiap pemilihan umum?

Ya, kita memang sudah terlalu lama dibuat apatis dengan sistem demokrasi yang ada di Indonesia. Rasanya, setiap pemilu, siapapun pemenangnya, nggak banyak membawa perubahan secara langsung dalam kehidupan kita, ya.

Tapi coba dipikir-pikir, zaman kita sekolah dulu, rasanya orangtua kita nggak serepot kita dalam mencari sekolah ya? Masuk sekolah negeri saja, atau sekolah swasta yang memang masih bisa dihitung jari. Sekarang? Sekolah-sekolah muncul bak jamur di musim hujan. Satu sisi bagus untuk pendidikan anak kita. Di sisi lain? Orangtua menjadi super-kompetitif di urusan ini.

Atau program pemerintah baru-baru ini, deh, bagi yang tinggal di Jakarta dan mungkin sanak saudara/ kerabat ada yang dapat Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat? Beberapa kerabat saya ada yang menggunakan 2 kartu ini. Dua orang di antaranya sangat terbantu dengan KJS, karena mereka harus cuci darah seminggu 1-3 kali. Bayangkan kalau harus menggunakan biaya pribadi?

Itu hanya 2 contoh kecil (yang saya ingat dan related dengan status sebagai orangtua, ya) dari dampak bagaimana peran serta kita memilih seseorang sebagai wakil rakyat. Lainnya banyak sekali!

Karena itu, memilih wakil rakyat atau pemimpin yang bisa kita ‘titipi’ visi misi kita, sangat penting. Pemimpin yang mengerti permasalahan masyarakatnya dan tidak mementingkan urusan pribadi atau golongan, harus jadi pertimbangan saat memilih. Tapi satu yang harus diingat: perubahan ke arah yang lebih baik tidak mungkin terjadi kalau kita, sebagai warga negara Indonesia, tidak mau berpartisipasi atau mendiamkan kesempatan yang ada (kalau berubah ke arah keburukan sih, gampang, biarkan saja yang rajin korupsi berkuasa, kelar deh!).

Ah, jadi panjang deh, urusan beginian. Maklum, saya termasuk salah satu yang antusias dengan Pilpres tahun ini. Menurut saya, Pilpres tahun ini bak pilpres penentuan. Penentuan mau ke arah mana Indonesia ke depannya. Karena saya ingin mengatakan hal ini pada anak cucu saya kelak:

ngabuburit3

Mudah-mudahan Mommies menjadi salah satu yang antusias , ya? Yuk ah, segera mandi dan berangkat ke TPS!

Salam 2 jari!

IMG-20140708-WA0052


17 Comments - Write a Comment

  1. wah kok mommiesdaily malah kampanye sih.. pantesan artikel sebelumnya nyinggung slh 1 capres & pendukung Islam.. krn ada slh 1 capres yg didukung banyak partai Islam.. tp kayanya bukan capres pilihan mommiesdaily..
    saya kira ini media online ttg ibu2 yg netral dlm hal politik, agama atau apapun.. ternyata saya salah.. jd kecewa..

    1. Dibaca awalnya saja kalau gitu, karena memang yang kami tulis di sana adalah latar belakang kenapa kaum ibu harus partisipasi dalam setiap pesta demokrasi.
      Kalau di akhir ada kampanye salah satu capres, itu adalah pilihan kami. Dan kami tidak men-judge atau mengajak untuk punya pilihan yang sama kok :)

      Semoga bisa dipahami ya :)
      Terimakasih sudah membaca kami.

      1. Oke, saya tahu itu pilihan anda, silahkan toh ini Artikel anda kok.
        Tapi kalau tidak mengajak ke pilihan yg sama saya kurang setuju : “Atau program pemerintah baru-baru ini, deh, bagi yang tinggal di Jakarta dan mungkin sanak saudara/ kerabat ada yang dapat Kartu Jakarta Pintar dan Kartu Jakarta Sehat? Beberapa kerabat saya ada yang menggunakan 2 kartu ini. Dua orang di antaranya sangat terbantu dengan KJS, karena mereka harus cuci darah seminggu 1-3 kali. Bayangkan kalau harus menggunakan biaya pribadi?”. Itu penggiringan opini mom :)

  2. ih ilfeel banget sama MD gegara baca post beginian,, memang tiap warga negara indonesia memliki kebebasan memilih, berpendapat dan bersuara. Moderator, admin dan kru2 MD sebagai WNI juga punya kebebasan2 itu tersebut, tapi klo sampe membawa misi mengkampanyekan satu pihak di forum umum dan berlaku sebagai editor’s note katanya, kayaknya kurang pas dan salah tempat yaaa… klo di sosmednya masing2 monggo silakan,,, ranah pribadi bebas berbuat apapun,,
    dinda aja berkoar2 di sosmednya sendiri yg sebenernya boleh2 aja jatohnya salah ya di mata publik, apalagi ini yah,,, hahaha just my two cents
    tapi yang jelas jd ilfil ternyata kru2 yang saya kira pada pinter ternyata bisa salah tempat juga.. yah namapun manusia,,
    Maaf klo bahasanya kurang berkenan V^^

    1. Illfeel? Nggak apa. Bebas kok. Ini kan pesta demokrasi jadi setiap orang berhak menyuarakan pendapatnya.

      Dan kami nggak merasa ini salah tempat kok, karena memang Female Daily Network secara group sudah menentukan dan mengumumkan pilihannya. Silakan baca link yg ada di paragraf pertama artikel ini yang ditulis oleh Hanifa Ambadar selaku CEO dan founder Mommies Daily deh.

      Yang beda? Ya silakan saja. Kan tetap Warga Negara Indonesia :)

  3. Menurut aku, meski di paragraf terakhir dan penutupnya keliatan tendensius, tapi overall, isi artikelnya bagus untuk pembelajaran politik. Sebab, apapun yang ada di kehidupan sehari-hari, pasti terkait dengan politik.

    Kalo kita agak susah melihat kepentingan Indonesia secara general, mulailah dengan melihat pilpres ini akan membawa keuntungan apa untuk diri kita dan keluarga. Dan itu dijelaskan di artikel di atas. Coba disimak dan dibaca dulu tanpa pretensi apa-apa.

    Jadi, keep on giving us political education, MD. Mudah-mudahan meski berbeda pilihan, kita semua tetep bisa kompak belajar tentang dunia anak dan parenting bareng :)

    1. Amiiiin…

      Intinya mau kasih gambaran kenapa harus ikutan Pilpres, soalnya banyak ibu2 yang kayanya nggak peduli, padahal urusan ini kan berkaitan sama masa depan anak-anak kita nanti.

      Urusan salam di akhir artikel, sama sekali nggak ada ajakan. Lagipula di awal artikel juga udah kasih link bagaimana sikap politik Female Daily Network di pilpres tahun ini :)

  4. dari isi artikelnya udah ketauan kok kalau MD dukung salah satu capres. pembahasan KJS atau KJP misalnya, atau pemuatan quote Anies Baswedan yang notabene adalah timses salah satu capres. semakin jelas di akhir artikel dan foto yang menunjukkan kalau MD memihak. jujur aja saya kecewa dengan ke-nggaknetral-an yang ditampakkan ini. overall, substansi MD tentang parenting dll tetep recommended kok :)

  5. mommykaren, pengetahuan politik saya sangat minim. Tadinya mau menyebutkan jumlah perempuan di kabinet, UU desa, dst, tapi daripada salah, lebih baik saya sebutkan yang memang kebetulan orang terdekat saya mengalaminya.
    Lagipula kalau Anda sudah membaca link yang saya sertakan di paragraf pertama, pasti akan tau bagaimana sikap politik Female Daily Network di Pilpres tahun ini. Jadi kalau sudah baca itu, tidak ada lagi penggiringan opini, karena di link tersebut opininya sudah ada.

    Btw, saya suka kok dikritisi :) Malah bangga sama ibu-ibu yang berani menyuarakan opininya. Selama tidak menjatuhkan. Kan kita sama2 belajar, ya :)

  6. Wahh kagett lohh para kru MD berani mengungkapkan pilihan mereka.. memang tulisan nya memihak salah satu capres, tapi ya memang itu pilihan mereka…. disisi lain saya salut lohh berani memaparkan keputusan dan pilihan yg ga mudah… memang kedua capres ini bersaing dengan terbua didunia media sosial yg terbuka.. berbeda boleh kalaupun informasi keunggulan capresnya hanya satu pihak dan berbeda mungkin dengan pilihan saya kan kita bisa mencari keunggulan melalui info yang lain tanpa meyudutkan MD sendiri…. saya juga ga paham politik dan betul sama sama belajar… thx MD sudah jd contoh wanita wanita berani yg menungkapkan pendapatnya.

  7. Wahh kagett lohh para kru MD berani mengungkapkan pilihan mereka.. memang tulisan nya memihak salah satu capres, tapi ya memang itu pilihan mereka…. disisi lain saya salut lohh berani memaparkan keputusan dan pilihan yg ga mudah… memang kedua capres ini bersaing dengan terbuka didunia media sosial yg terbuka.. berbeda boleh kalaupun informasi keunggulan capresnya hanya satu pihak dan berbeda mungkin dengan pilihan saya kan kita bisa mencari keunggulan melalui info yang lain tanpa meyudutkan MD sendiri…. saya juga ga paham politik dan betul sama sama belajar… thx MD sudah jd contoh wanita wanita berani yg menungkapkan pendapatnya.

    1. Miraaa…. cium sini :*
      Suka banget sama orang yang open minded seperti bu guru yang satu ini :’)

      Ya pasti kami di Female Daily Network memang ingin mengajak perempuan untuk berani mengungkapkan suaranya TANPA HARUS MEMAKSAKAN KEINGINANNYA.

      Kalau sama produsen susu formula aja kami berani dengan tegas melakukan penolakan (padahal duitnya gede! Haha), demikian juga dgn ini dong :)

      Thank u atas pengertiannya Mira :)

Post Comment