Kecerdasan Emosional Itu Menular!

Difficult-Relationship*Gambar dari sini

Pernah nggak mendengar kasus seperti di bawah ini?

“Anak saya di sekolah pintar. Tapi kenapa, ya, anak saya ini nggak percaya diri, terlihat individualis, lebih parahnya lagi, kok, sepertinya nggak bisa kendalikan emosi dan nggak sensitif ya dengan lingkungnnya?”

Saya sendiri, cukup sering mendengar kondisi seperti di atas. Kalau lagi ngumpul bersama teman atau ibu-ibu di sekolahnya Bumi, pasti ada saja yang curhat colongan soal di atas. Kalau dipikir-pikir, sayang banget, ya, kalau anak kita pintar tapi tidak diimbangi kecerdasan emosional? Lalu gimana, sih, cara membangun kecerdasan emosional ini?

Biar gimana, bahwa kecerdasan emosional anak itu kan, salah satu aspek intelektual anak yang harus dikembangkan dengan maksimal seiring dengan pertumbuhannya. Dalam hal ini, kita sebagai orangtua tentu saja punya peran yang sangat penting. Begitu, bukan?

Cerdas emosional menurut Daniel Goleman adalah kemampuan memahami emosi diri dan orang lain, mampu membedakan emosi, menggunakan emosi untuk mengarahkan pemikiran dan perilaku. Dalam hal ini psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Nina menjelaskan untuk mengasah kecerdasan emosional anak ada beberapa hal yang harus dilakukan.

Apa saja? Lengkapnya di halaman berikut, ya.