Pengguna Gadget, Waspadai Penyakit Yang Ini!

*Gambar diambil dari sini

 Semua orang berisiko neuropati, tapi penyebabnya bisa berbeda. Gaya hidup, jenis pekerjaan, usia, dan riwayat kesehatan merupakan beberapa faktor yang membedakan risiko neuropati.

Beberapa tahun lalu, kasus neuropati pada orang berusia lanjut lebih banyak dari pada kasus pada orang berusia lebih muda karena berkaitan dengan degenerasi atau penurunan fungsi syaraf. Saat itu yang muda-muda belum menunjukkan gejala neuropati. Tapi sekarang ini, apalagi dengan lifestyle, jenis pekerjaan, dan kebiasaan sehari-hari yang rawan risiko neuropati, makin banyak dan makin muda gejala tersebut muncul.

Menurut Dr. Manfalutfy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, salah satu yang menjadi pencetus gejala neuropati pada orang berusia 30-an saat ini adalah kegiatan yang bersifat repetitif seperti bermain gadget dan menggunakan komputer. Gerakan mengetik pada keyboard dan keypad yang berulang-ulang dan untuk waktu yang lama tanpa jeda akan memicu kelemahan syaraf yang merupakan gejala awal neuropati.

Dari jenis-jenis neuropati berdasarkan sebabnya:

  • Defisiensi vitamin neurotropik (B1-B2-B12).
  • Penuaan.
  • Penyakit sistemik (diabetes, gangguan ginjal, penyakit hati, dll).
  • —Jeratan/Trauma: —Carpal Tunnel Syndrome (CTS), —Low Back Pain (LBP), dan —Morton’s Neuroma.

yang paling banyak timbul pada orang usia muda berkaitan dengan aktivitas berulang adalah yang terakhir, terutama Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) disebabkan gerakan berulang naik turun atau getaran yang terus menerus pada pergelangan tangan yang mengakibatkan pembengkakan tendon dan menekan saraf medianus pada daerah tersebut.

Gejala CTS adalah:

  • Nyeri pada pergelangan tangan, kesemutan, kebas serta menurunnya kekuatan menggenggam pada tangan yang terkena.
  • Gejala cenderung memburuk pada malam hari.
  • Gerakan mengibas-ngibaskan tangan terkadang dapat mengurangi gejala meskipun hanya sementara.

Contoh aktivitas repetitif yang berpotensi memicu neuropati diantaranya:

  • Pekerja dengan paparan getaran di tangan, misalnya operator mesin pabrik, atau pengemudi kendaraan bermotor.
  • Mengetik di keyboard komputer.
  • Penggunaan mouse.
  • Mengoperasikan gadget.
  • Mencuci baju dengan tangan, dll

Jadi penggunaan gadget dan bekerja dengan komputer berisiko terkena neuropati? Belum tentu. Gerakan atau posisi yang salahlah yang menyebabkannya. Sepanjang dilakukan dengan:

  1. Posisi yang benar, misalnya menggunakan penyangga tangan pada keyboard komputer, atau duduk dengan tegak.
  2. Beri jeda pada aktivitas. Ambil istirahat atau lakukan olahraga peregangan ringan saat harus melakukan kegiatan repetitif untuk jangka waktu yang lama. Hitungannya kira-kira break 1-2 menit per 1-2 jam aktivitas repetitif.

maka risiko neuropati dapat dicegah.

Pastikan juga kecukupan vitamin B-kompleks, ya. Karena berdasarkan vitamin B-kompleks, terutama B1-B6-B12 merupakan vitamin neurotropik yang —menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf. Vitamin-vitamin ini juga terlibat dalam metabolisme energi sel, sehingga dapat dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu dalam masa penyembuhan penyakit.

Nah, kalau sudah seharian di kantor menggunakan gadget, di rumah harus istirahat dong, ya!

 


2 Comments - Write a Comment

  1. huaa jangan-jangan saya sempat kena CTS gara-gara gadget ini. awalnya saya pikir karena setiap hari nyuci pakaian bayi saya dengan tangan, CTS ini menyerang pergelangan tangan saya yang kanan. ternyata setelah punya babysitter yang mencuci pakaian bayi, saya masih aja ketemu dengan CTS. kali ini tangan yang kiri. kayaknya harus dikurangi nih pemakaian gadgetnya. maklum ibu menyusui yang pumping 3x di kantor dan selalu mati gaya kalau nggak bawa gadget hihi.

Post Comment