'Kinclong' Belum Tentu Bersih

Health & Nutrition

kirana21・26 Jun 2014

detail-thumb

Rumah dibersihkan setiap hari? Disapu, dipel, dilap? Pastinya, ya. Tapi terlihat bersih belum tentu bersih bila diukur dari sisi kesehatan, lho. Kamar mandi, dapur, pegangan pintu, dan kran air merupakan bagian rumah yang paling banyak dihuni bakteri bila dilihat melalui kaca pembesar. Di sisi lain, sudah yakinkah Mommies membersihkan kamar mandi, toilet, dan wastafel/bak cuci dengan benar? Bagaimana dengan penyimpanan alat-alat kebersihan, apa sudah tepat?

Saya sendiri baru tahu detilnya saat meliput Wipol Aksi Anti Kuman beberapa waktu yang lalu. Dengan mengambil momen pascabanjir di daerah perkampungan Manggarai, Wipol melakukan gerakan membersihkan rumah warga korban banjir. Tapi nggak cuma membersihkan lalu selesai. Wipol juga berbagi kiat dan trik cara bebersih yang benar.

Bersihkan Lantai Rumah

wipol1

  • Sapu lantai supaya bersih dari sampah/kotoran besar, baru kemudian pel.
  • Ketika terdapat keluarga yang sakit dan muntah di lantai, gunakan lap sekali pakai seperti tisu, lalu langsung buang ke tempat sampah. Jika tidak, langsung cuci lap. Pel lantai setelah dibersihkan.
  • Saat mengepel, jika air pel sudah keruh, ganti air pel sehingga kuman bekas air pel tidak mengkontaminasi area lain di lantai.
  • Pisahkan alat pel yang digunakan untuk area luar dan dalam rumah agar kotoran dan kuman di luar tidak masuk ke dalam.
  • Batasi kuman yang masuk dengan memisahkan antara alas kaki untuk di luar rumah dengan di dalam rumah.
  • Jangan membuang air bekas pel ke wastafel. Membuang air bekas pel ke toilet atau ke lahan kosong adalah cara terbaik.
  • Kiat Toilet dan Kamar Mandi Bersih dan Sehat

    wipol2

  • Rutin bersihkan bak mandi, wastafel, dinding dan lantai kamar mandi.
  • Perbaiki lantai dan keramik dinding kamar mandi yang berlubang. Lubang di sela-sela keramik bisa menjadi sarang kuman dan jamur.
  • Pastikan toilet bersih dengan selalu menyiram sampai bersih setiap selesai digunakan.
  • Sikat toilet setiap beberapa hari sekali, kotoran-kotoran di toilet harus dibersihkan secara rutin.
  • Tidak hanya mangkuk toilet, pastikan juga dudukan dan handle toilet dibersihkan dengan teliti.
  • Jika ada anggota keluarga yang diare, siram seluruh area toilet (mangkuk, dudukan, handle) dengan desinfektan setiap habis digunakan.
  • Gunakan sarung tangan karet ketika membersihkan toilet, dan tetap cuci tangan setelah memakai sarung tangan.
  • Selanjutnya: Cara Membersihkan dan Menyimpan Alat Kebersihan >>

    Cara Membersihkan dan Menyimpan Alat Kebersihan

    wipol3

    Kain pel dan alat-alat kebersihan justru merupakan sumber penyebaran kuman di rumah. Alat-alat kebersihan berisiko tinggi membawa kuman dari ruangan ke ruangan (kontaminasi silang) karena:

  • Alat kebersihan membawa kotoran dan bahan organik yang merupakan tempat ideal pertumbuhan kuman.
  • Ketika tersentuh oleh tangan, tangan akan membawa kuman yang akan menyebarkan kuman di area lainnya.
  • Jika ditinggalkan dalam kondisi lembap, kuman akan bertahan dan berkembang biak pada alat kebersihan dan menyebar di area lain saat bersih-bersih lagi.
  • Jadi:

  • Pisahkan alat untuk membersihkan kamar mandi (sikat, pel, dll) dengan alat untuk membersihkan bagian lainnya di rumah.
  • Bersihkan pel kain setelah digunakan lalu bilas dengan air. Peras dan jemur hingga kering.
  • Untuk pel bergagang peras hingga sekering mungkin, dan keringkan dengan posisi kepala menghadap ke atas.
  • Keringkan ember bekas air pel dengan posisi terbalik setelah dibersihkan dan dibilas.
  • Jangan letakan alat kebersihan di kamar mandi. Kondisi lembap di kamar mandi justru menjadikan alat kebersihan sebagai tempat yang ideal untuk kuman berkembang biak.
  • Gunakan lap sekali pakai seperti tisu ketika membersihkan makanan yang terkontaminasi kuman ataupun cairan tubuh (muntah, urine, feses, dll). Jika menggunakan lap biasa, langsung buang setelah digunakan.
  • Penggunaan cairan pembersih dengan disinfektan lebih disarankan saat kondisi rumah sangat kotor seperti bekas banjir atau sedang ada yang sakit. Tapi untuk sehari-hari cairan pembersih biasa sudah cukup. Jadi, ingat ya, Mommies, kinclong saja tidak cukup!