Dari Kandungan Ke Dunia

 

baby skin

Sudah baca artikel ‘Pentingnya Manjaga Kesehatan Kulit Bayi‘ yang ditulis Dr. dr. Rini Sekartini Sp.A(K) ? Kemarin, Selasa (17/6), saya bertemu beliau dalam acara jumpa pers “Dari Kandungan Ke Dunia” yang dilangsungkan oleh Pampers. Di sana, Dr. dr. Rini kembali mengingatkan kalau kita sebagai ibu wajib menjaga kesehatan kulit anak-anak kita, bahkan sejak dalam kandungan.

Ah, jadi ingat pengalaman waktu hamil Bumi dulu. Selain menikmati setiap detik perubahan tubuh dan perkembangan janin, saya juga termasuk ibu yang parno-an. Takut kalau nantinya nggak bisa memberikan nutrisi dan perlindungan terbaik untuk bayi saya kelak, salah satunya tentu soal perlindungan kesehatan kulit.

Ternyata, apa yang saya takutkan juga banyak dirasakan ibu baru yang lain. Hal ini dibuktikan lewat survei yang baru saja Mommies Daily lakukan bersama Pampers belum lama ini. Umh, saya yakin di antara Mommies sempat mengisi survei tersebut. Dari 700 Mommies yang ikutan survei membuktikan kalau banyak Mommies yang punya perhatian begitu besar terhadap kesehatan kulit bayinya. Masalah yang paling ditakuti ternyata soal ruam popok, di mana 85,55% ibu di Indonesia punya khawatir kalau anaknya kena masalah kulit yang satu ini.

Seperti yang kita ketahui, kulit bayi yang masih sangat tipis dan sensitif tentunya sangat rentan terhadap iritasi. Kalau nggak dijaga dengan baik, kulit tidak hanya jadi merah saja, tapi bisa makin parah dan menimbulkan infeksi serta pembengkakan. Kebayang, dong, gimana menderitanya anak kita kalau sampai hal ini terjadi? Jangankan bayi, kita saja yang sudah dewasa sangat tersiksa kalau sedang iritasi kulit.

Biasanya, sih, ruam popok ini terjadi di arena kulit yang tertutup popok. Sebut saja daerah genital, lipatan paha, sampai perut. Menurut Dr. dr. Rini Sekartini Sp.A(K), gejala lebih lanjut dari ruam popok bisa sampai berair, menimbulkan gatal, bahkan hingga mengakibatkan demam. Makanya, Dr Rini menyarankan agar setiap orangtua untuk waspadai saat melihat ada perubahan warna pada kulit di daerah yang tertutup popok. Istilahnya, lebih baik mencegah daripada daripada mengobati.

Cara pencegahan terjadinya ruam popok yang dimaksud bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Yang paling utama, kita harus bisa memastikan agar kulit bayi tetap dalam dalam kondisi bersih dan cukup kering. Termasuk memilih popok yang tepat sehingga bisa melindungi kulit bayi yang masih sangat sensitif.

Toh, seperti yang dikatakan Dr. dr. Rini bahwa sebanarnya tidak masalah memakaikan popok sekali pakai pada bayi. Bahkan banyak manfaatnya. Untuk lengkapnya di halaman berikut, ya.