Aktivitas Fisik Bagi Anak, Cegah Obesitas

trampoline*Gambar dari sini

Secara umum penanganan obesitas adalah melalui pengaturan nutrisi dan olahraga / aktivitas fisik.  Bila dikombinasikan, penurunan  berat badan lebih signifikan dan pemeliharaannya pun lebih baik. Pengaturan aktivitas fisik yang dimaksud di sini adalah mengurangi pola hidup sedentary (duduk terus-menerus) dan meningkatan pengeluaran energi melalui aktivitas fisik.  WHO memberikan rekomendasi aktivitas fisik bagi anak dan remaja usia 5 – 17 tahun sebagai berikut :

  1. Melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang sampai kuat minimal 60 menit (akumulatif) /hari.
  2. Jumlah aktivitas fisik lebih dari 60 menit/hari akan memberikan keuntungan tambahan bagi kesehatan.
  3. Aktivitas fisik harian sebaiknya sebagian besar terdiri dari aerobik dengan sisipan latihan intensitas kuat yang termasuk latihan menguatkan otot dan tulang, sebanyak minimal 3x/minggu.

Apa keuntungan aktivitas fisik?

Secara kasat mata, tentu saja aktifitas fisik akan menjaga kesehatan otot dan tulang, mengurangi risiko obesitas dan penyakit kronis ( seperti diabetes, penyakit jantung dan kanker usus ) serta  mengurangi tingkat depresi dan kecemasan pada anak. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika, juga menyatakan mengenai adanya hubungan yang positif antara peningkatan aktivitas fisik di sekolah terhadap peningkatan pencapaian akademik, kemampuan kognitif, perilaku akademik dan sikap pada anak.

Kapan anak melakukan aktivitas fisik?

Memang sebagian besar waktu seorang anak dan remaja akan dihabiskan di sekolah. Tentu saja aktivitas fisik terutama seharusnya dilakukan di sekolah melalui pelajaran olahraga dan kegiatan ekstrakurikuler. Tentu saja hal ini belum memenuhi rekomendasi harian dari WHO, oleh karena itu orang tua harus berperan dengan menerapkan pola hidup aktif pada anaknya seperti berjalan/bersepeda ke sekolah, bermain di luar rumah, rekreasi yang melibatkan aktivitas fisik serta mengikutkan anaknya secara khusus pada pembinaan olahraga diluar sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler, seperti karate, tari, bulutangkis, basket dll.  Tidak ada salahnya bukan bila Anda berpikir untuk membelikan sepeda sebagai hadiah ulang tahun anak Anda bulan depan?

Meskipun kunci penanganan dari obesitas dengan melakukan aktivitas fisik ada di tangan orangtua, namun tentu saja orangtua memerlukan tempat dan rasa aman ketika mengajak anak-anaknya untuk hidup aktif di luar rumah. Hal ini hanya dapat dicapai bila pemerintah mendukung, sebagai contohnya berikut ini adalah beberapa taman garapan Pemerintah Kota Surabaya yang mendukung budaya hidup aktif dan tentunya dimasa yang akan datang diharapkan dapat menekan laju peningkatan Obesitas di Indonesia.

*Sumber dari sini

TanyaDok adalah cara hidup sehat modern, memberikan akses kesehatan kapan pun, di mana pun bagi keluarga Indonesia dengan tanya dokter online, artikel kesehatan, solusi hidup sehat, komunitas kesehatan dan rujukan ke pelayanan kesehatan. Cari dan tanyakan masalah kesehatan di sini www.tanyadok.com dan follow @tanyadok atau like www.facebook.com/tanyadokteranda.


Post Comment