Pinjam-Meminjam, Bagaimana Menghadapinya?

money-2

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) meminjam berasal dari kata pinjam yang mendapat awalan me- yang berarti memakai barang (uang dsb) orang lain untuk sementara waktu. Kalau ngobrolin pinjam-meminjam saya agak ngeri-ngeri gimana gitu. Masalahnya, terkadang pinjam-meminjam ini suka mengusik hubungan yang sudah terjalin dengan baik.

Jujur saya adalah orang yang menghindari dipinjam dan meminjam, terutama soal uang. Kalau tidak sangat terdesak, saya berupaya untuk tidak meminjam kepada saudara, maupun teman. Meski terkadang kalau lupa membawa dompet atau uang cash (dan kebetulan ATM dekat kantor out of order) terpaksalah pinjam teman untuk sekali makan itu.

Mungkin karena saya anak tunggal, sejak kecil saya tidak terbiasa meminjam dan dipinjamkan barang. Kalaupun akhirnya saya meminjamkan barang, berarti saya sudah merelakan barang itu. Artinya barang itu bukan barang favorit yang akan saya tangisi kalau tidak kembali.

Begitupula dengan uang. Saya biasanya meminjamkan hanya dengan batas wajar. Kalaupun ada yang meminjam uang berapapun, saya pasti akan meminjamkan uang dengan jumlah sewajarnya. Sehingga, bila orang tersebut tidak mengembalikan, saya anggap bersedekah.

Namun prinsip yang saya pegang tersebut terkadang dilanggar juga. Kepribadian saya yang ‘nggak enakan’ terkadang dimanfaatkan beberapa teman. Saat kuliah dulu ada satu teman saya yang kerjaannya meminjam uang dengan alasan tidak ada receh. Uang receh yang dia maksud adalah pecahan Rp10.000 dan Rp20.000. Hadeeh apa susahnya ya belanja pake uang Rp50.000? Toh nanti juga dikembalikan sama yang jualan. Selain itu, mending setelah pinjam ia langsung mengembalikan, seringnya ia “lupa” sehingga pinjaman sebelumnya belum dikembalikan sudah meminjam lagi. Jadi kalau dikalkulasi bisa ratusan ribu juga uang saya yang dipinjam dia selama kami berteman. Padahal uang jajan saya saat kuliah hanya berasal dari donasi orangtua.

Begitupula saat saya sudah bekerja. Saat masih mengajar dulu, ada satu rekan dosen yang hobi banget meminjam uang. Mending pinjam uangnya uang “receh” seperti teman kuliah saya itu. Teman kerja saya itu hobi pinjam uang besar, sekali pinjam bisa Rp100.000. Mending hanya sekali dua kali, ini berkali-kali. Terkadang ya itu, belum dibayar yang satu sudah pinjam lagi. Alasannya buat makan sore dan dia lupa ga bawa uang. Akhirnya dengan sangat terpaksa, setelah dia tiga kali pinjam tidak dikembalikan, saya menolak untuk meminjamkan uang. Agak tidak enak sih, tapi daripada bangkrut akhirnya saya memilih jalan itu.

Selain teman kuliah dan rekan kerja, ada satu kasus yang lebih besar sampai-sampai saya sempat berkeluh kesah di jejaring sosial. Saat menikah dan pindah ke Batam, otomatis saya menempati rumah baru dengan tetangga yang baru. Nah ada satu tetangga sebelah rumah yang hobi banget pinjam meminjam. Awalnya saya biarkan karena merasa tidak enak. Dia memang cukup baik. Dia yang menemani saya dan suami ke rumah Pak RT saat kami baru pindah hingga menunjukan pasar tradisional yang dekat rumah.

Namun ternyata saya termakan kebaikannya. Setelah itu, dia berani meminjam semua barang saya. Awalnya dia meminjam majalah (yang selalu lupa dia kembalikan), menitip ikan di dalam kulkas (dan selalu mengatur posisi ikan yang ditiitp tersebut, tidak mau terlalu pinggir lah, dll), meminjam pengiris bawang semi-otomatis, kemudian merambah meminjam motor hingga uang. Saya agak sebel saat dia meminjam motor. Sebenarnya sih kalau dia meminjam karena hal yang mendesak tidak masalah, namun seringnya dia meminjam motor hanya karena mau makan bakso di depan kompleks rumah, bahkan mau potong rambut di salon yang jaraknya hanya terpisah sekitar lima rumah. OMG, kenapa ga jalan aja sih. Sebelnya lagi kadang saat saya ada keperluan dan mau menggunakan motor juga, dia selalu bilang, “Memang jam berapa, sampai jam berapa? Kakak perginya sekarang lho, cuma sebentar lagi.” Padahal waktu itu di kepala saya sudah dipasang helm, tetep aja nanya kayak gitu seolah ingin dia dulu yang dipinjamkan. Dia juga selalu meminjam saat sudah rapi dan berdandan, seolah tuh motor bisa dipinjam kapan saja. Grrrr… awalnya ditahan-tahan sampai akhirnya saya sebal sendiri dan bilang memang tidak boleh dipinjam (meski kali ini bilangnya lewat suami).

Bagaimana cara menghindari dari situasi rumit pinjam meminjam ini? Baca di halaman berikutnya!


9 Comments - Write a Comment

  1. saya jg paling sebel sama urusan pinjam meminjam begini. Kalo pinjemnya dibalikin sih gpp, lha kalo ga dibalikin itu yg bikin mangkel :(

    Pengalaman sih klo sama temen, sy masih “tega” untuk mencecar nagih utang, yg agak repot tu klo yg minjem kerabat sendiri. Kebetulan skrg sy masih punya piutang di 2 kerabat yg jumlahnya gak sedikit, dan udah berjalan hampir 3 thn. Pengennya sih nyecer nagih, tp gak enak klo yg ditagih tersinggung (btw ini yg utang sapa yaa kok sy yang jd gak enak *sigh).

    Masih clueless nih gmn cara nagihnya, share dong yg udah prnh pengalaman berhasil nagih utang ke kerabat..

    1. Kalau saya mau teman atau kerabat beneran ga enak kalo harus nagih, jadi ya beneran nunggu orang itu sadar =D. Beberapa ada yang sadar tanpa harus ditagih, sebagian ada yang “lupa”. Akhirnya ya sudah diiklaskan aja hehehe

  2. kalau saya pengalaman soal pinjam meminjam ke kerabat atau teman dengan alasan yang ‘menyayat hati’, saya hanya berani meminjamkan dengan nominal yang saya sanggup jika harus diikhlaskan. Karena jika ditagih sampai lebih dari 3kali tapi cuman dijanjiin aja saya males juga jadinya, dan terkadang yang ditagih juga lebih galak siy, hehee..anggep aja sedekah..
    Maka dari itu kalau saya ada keperluan yang kepepet banget yang saya harus pinjam ke orang lain, saya pasang alarm di agenda, biar gak lupa untuk kembalikan utang saat sudah gajian :)

    1. Iya lama-lama yang nagihnya malah yang jadi ga enak ya hehehe. Sama sebisa mungkin kalo pinjem apa dari orang diinget2 biar ga lupa balikin, karena takutnya orang yang kita pinjam itu juga sama kayak kita ga enak nagih. ujungnya ia ngedumel di belakang karena barangnya belum dibalikin =D

  3. Halo setiap orang tolong saya cepat ingin menggunakan media ini untuk geser kesaksian tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya untuk pemberi pinjaman kredit nyata yang telah mengubah hidup saya dari rumput untuk rahmat, dari yang miskin untuk seorang wanita kaya yang sekarang dapat membanggakan sehat dan hidup kaya tanpa stres atau kesulitan keuangan. Setelah berbulan-bulan mencoba untuk mendapatkan pinjaman di internet dan scammed jumlah $ 3.470 USD saya menjadi begitu putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari pemberi pinjaman kredit legit secara online yang tidak akan menambah rasa sakit saya, maka saya memutuskan untuk menghubungi teman saya yang baru-baru ini mendapat pinjaman online, kita bahas tentang masalah ini dan kesimpulan kami dia mengatakan kepada saya tentang Perempuan bernama Mrs Heather yang adalah pendiri QualityLoan jadi saya diterapkan untuk jumlah pinjaman ($ 60.000) dengan tingkat bunga rendah sehingga pinjaman tersebut disetujui dengan mudah tanpa stres dan semua persiapan mana dibuat mengenai transfer kredit dan dalam waktu kurang dari empat (4) hari pinjaman tersebut disetorkan ke bank saya
    Akun saya pikir itu adalah lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa account saya telah dikreditkan dengan $ 60.000 saya menjadi sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan mengarahkan saya ke pemberi pinjaman kredit nyata yang mampu memberikan keinginan hati saya . Terima kasih kepada Mrs.Heather membuat hidup wajar bagi saya jadi saya menasihati setiap orang yang tertarik untuk mendapatkan pinjaman untuk ramah menghubunginya melalui email (qualityloanltd@qualityservice.com) yang adalah bagaimana saya bisa mendapatkan pinjaman saya, jadi saya mampu membayar tagihan saya. Jadi terima kasih karena Anda mengambil waktu untuk membaca tentang kisah sukses saya dan saya berdoa Tuhan juga akan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda
    Saya Fatima dengan nama. Anda dapat menghubungi saya untuk lebih direktif. memuat fatimatu.said99@gmail.com

  4. Saya adalah orang yang tidak suka pinjam meminjam juga. Hidup berasa gak tenang. Apalagi saya selalu dikelilingi oleh orang2 yg hobi minjam. Baik itu suami saya sendiri yg suka pinjam uang. Hmmm tp yg namanya tabiat gimana? Saya gak kuasa mengubahnya walo saya sdh coba dan berujung pertengkaran heboh sampai hampir cerai. Tp saya bukan mau cerita ttg suami sih. Saat ini saya lagi gedek sama para anak buah suami saya yg hobby minjem. Baik itu uang atau barang. Masa yaa powerbank dipinjem sampe berbulan2 hampir setahun dipake istrinya depan muka saya sampai buluk jelek. Ga pernah dibalikin. Giliran diminta ngambek. Hah?!
    Satu lagi waktu saya lg main kerumah sahabat saya lg pegang senter polisi (lamp police) yg biasanya dia pake buat atur lalulintas. Tampaknya teman saya tau klo saya suka lampu senter itu akhirnya dia mutusin buat kasi saya lampu itu beserta kardusnya. Ya saya anggap itu hadiah jg dr seorang teman yg berprofesi polisi. Saya simpan kadang dipake suami mancing klo malam. Tp entah yah itu anak buahnya semua pada suka minjem alasan buat liat2 batu akik, ada yg mau kerja parkiran jd mau minjam lampu senter polisi yg bs kedip kedip.
    Helooooo klo pengen klo butuh beliiii doong
    Saya sangat menghargai pemberian orang walo harganya ga seberapa. Dan saya juga punya lampu senter itu satu satunya buat jaga2 saya klo lagi lampu mati dan suami lg ga ada dirumah. Hmmmm
    Tuhaaan maafkan saya klo saya menolak memberinpinjaman sama yg mau meneliti batu akik dan mau jd tukang parkir.
    Ini lampu senter punya saya dapat dari dikasi teman. Trs saya jg lbh butuh.
    Klo anda ingin silahkan beli.
    Sebel sendiri aku sama org yg hoby minjam tapi selalu gak mau balikin.
    Itu yg lagi saat ini saya alami.
    Yg dulu dulu mah aduh banyak bgt teman yg hobby minjam tp ga pernah mau balikin. Uda lupa bertahun2 pas kita inget trs minta dibalikin itu barang uda usang dan buluk. Lantas apa kita beli barang buat orang lain???
    Heran deh gak habis pikir sama orang yg matanya ijo liat barang milik orang lain trs ngebet minjem. Hmmmm sampai saat ini saya msh sering bertengkar hebat dg suami karena dia hobby minjam dan meminjami. Dia ga bs marah batangnya hilang org dia sendiri hobby minjam duit orang. Saya mah enggaaaaaaaa

  5. Baik Hari Semua orang,
    Saya Daniel Dilara, aku baru di sini tapi saya ingin berbagi kesaksian saya kepada semua orang yang telah mencoba segala sesuatu yang mungkin dan telah kehilangan harapan tentang bagaimana untuk meminjam uang dari Bank atau mencari pinjaman untuk meningkatkan bisnis Anda dan telah kehilangan harapan.
    Anda harus mengabaikan semua pemberi pinjaman kredit ini, karena mereka semua penipuan … penipuan yang nyata … saya adalah korban dari yang saya robek ribuan dolar … Tapi hidup saya sepenuhnya berubah sejak aku bertemu Mortgage Kapital posting Kredit secara kebetulan di internet! dan bagaimana mereka memberikan pinjaman baik secara online dan saya memutuskan untuk meminta pinjaman sesegera mungkin. Saya pikir itu adalah penipuan seperti pasca tetapi saya punya membalas dan mereka menyetujui pinjaman saya untuk hanya 3% dalam waktu 24 jam setelah bertemu dengan kebutuhan yang diperlukan mereka, dan pinjaman saya disimpan di rekening bank saya tanpa agunan. Saya menyarankan orang-orang yang mencari pemberi pinjaman dapat diandalkan untuk menghubungi mortgagekapitalcredit @ gmail.com. Benar-benar saya mempercayai mereka dan jangan ragu untuk menghubungi saya di dilaradaniel @ yahoo.com jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang mereka.

    Daniel Dilara dikirim dari Samsung saya

Post Comment