Pentingnya Menjaga Kesehatan Kulit Bayi

Health & Nutrition

Mommies Daily・11 Jun 2014

detail-thumb

Newborn Baby Photography by Kim Rix*Gambar dari sini

Kalau melihat iklan-iklan, bayi itu cenderung berkulit halus dan lembut. Tapi ketika bayi kita baru dilahirkan, beberapa Mommies pasti kaget, “Kok berbeda, ya, dengan gambar yang sering kita lihat?”. Sebelum tau bagaimana perawatan kulit bayi yang tepat, kita pelajari dulu tentang kulit ya!

Kulit bayi merupakan bagian sistem pertahanan tubuh yang penting. Kulit sebenarnya merupakan bagian tubuh yang paling luas, terbentang dari puncak kepala sampai ke ujung kaki. Fungsi utama barrier kulit berada pada stratum korneum (SK), yaitu lapisan teratas dari epidermis. Lapisan ini berperan penting dalam pembentukan lapisan perlindungan dan membantu mencegah masuknya patogen berbahaya melalui kulit ke seluruh tubuh, mengatur suhu tubuh, pertukaran zat, dan mempertahankan hidrasi atau kecukupan cairan yang cukup.

Lapisan ini juga memiliki fungsi pertahanan imunitas / daya tahan tubuh dan dengan pH yang sedikit asam melindungi tubuh dari patogen/ kuman berbahaya. Menjaga barrier atau pelindung kulit penting untuk pertahanan tubuh. Terutama untuk neonatus (bayi baru lahir), ya, karena kulit bayi berbeda dari kulit matur pada orang dewasa baik secara struktur, fungsi, komposisi, dan kerentanan terkena infeksi. Meskipun berbeda, namun fungsi utama kulit yang memadai didapatkan pada bayi cukup bulan yang lahir sehat. Kulit bayi berlanjut menjadi matur dalam tahun pertama kehidupan, oleh karena itu penting untuk memilih produk perawatan kulit yang sesuai di awal kehidupan si bayi. Idealnya produk yang digunakan untuk bayi tidak boleh mengganggu pH permukaan kulit atau menggangu barrier kulit.

Apa saja fungsi kulit? Simak penjelasannya di halaman berikut!

newborn_baby2*Gambar dari sini

Secara umum fungsi kulit adalah alat pengeluaran kelenjar keringat, sebagai alat peraba, pelindung organ di bawahnya, tempat membuat vitamin D dengan bantuan sinar matahari, pengatur suhu tubuh, dan tempat menimbun lemak. Menjaga kulit tetap sehat terutama dimulai dari menjaga asupan makanan, pencernaan, kebersihan, atau keadaan fisik anak.

Pada periode janin akhir (usia kehamilan 20 minggu sampai lahir), kulit mulai berfungsi dan berkembang sebagai barrier pelindung. Walaupun bayi cukup bulan lahir dengan barrier kulit yang utuh, kulit mereka masih berkembang hingga tahun pertama kehidupan. Setelah lahir, komposisi bakteri komensal yang berada pada permukaan kulit berbeda dari dewasa dan melanjutkan perubahan dalam tahun pertama kehidupan. Menggunakan perawatan kulit yang sesuai dan terbukti secara ilmiah merupakan salah satu cara untuk memberikan kesempatan kepada kulit melanjutkan perkembangannya dalam tahun pertama kehidupan. Komponen air pada lapisan Stratum korneum harus dipertahankan untuk menjaga keutuhan struktur dan fungsi dari lapisan ini.

Kulit bayi merupakan bagian yang sangat sensitif. Berbagai bahan kimia, parfum, tungau, detergen dan beberapa produk perawatan kulit dapat menimbulkan iritasi kulit, kulit kering, dan kemerahan pada kulit. Sehingga dianjurkan perawatan kulit yang digunakan pada bayi harus mempunyai bukti secara ilmiah (berbasis bukti).

Menjaga bayi tetap bersih dan memiliki higiene kulit yang baik merupakan hal utama untuk mempertahankan kesehatan. Membersihkan kulit akan membantu kulit bebas dari substansi yang tidak diinginkan, termasuk iritan (air liur, sekret hidung, urin, feses, dan enzim feses), kotoran, dan kuman transien. Menjaga tangan tetap bersih, khususnya bayi dengan kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut akan mengurangi dan mencegah perpindahan kuman lewat mulut. Makanya, Mommies harus memberikan perhatian lebih pada area muka yang mudah teriritasi dengan susu, makanan dan air liur. Lipatan kulit dan wajah juga harus dijaga tetap bersih.

Hal lain yang penting diperhatikan adalah penggunaan kosmetik bayi. Bagaimana merawat kulit bayi? Khususnya bayi baru lahir? Klik halaman berikut untuk tau jawabannya!

newborn_baby3Sebaiknya gunakan kosmetik bayi yang aman, dan tidak memberikan semua produk secara bersamaan, dan penting untuk memperhatikan reaksi akibat pemakaian kosmetik bayi tersebut. Selain itu, penggunaan popok baik popok sekali pakai atau popok tradisional harus lebih cermat.  Gunakan popok yang memiliki daya serap baik, tidak menimbulkan iritasi, dan tidak menghambat gerakan dan perkembangan bayi.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk perawatan kulit pada bayi baru lahir:

  • Biarkan verniks kaseosa (lapisan berwarna putih pada bayi baru lahir) diserap oleh kulit, jangan menggosoknya. Bila bayi sudah dimandikan, bersihkan dengan baik terutama di lokasi yang memiliki banyak lipatan-lipatan, misalkan di daerah kelamin bayi perempuan
  • Hanya memandikan bayi prematur atau bayi sakit yang telah stabil.
  • Jika diperlukan, mandikan bayi ketika suhunya sudah stabil. Umumnya dicapai dalam 2-4 jam setelah persalinan, namun lebih baik untuk menunda mandi pertama bayi pada hari kedua dan ketiga untuk membantu maturasi kulit bayi.
  • Pastikan suhu air mandi dijaga pada 37 ° C. Gunakan termometer mandi . Secara praktis dapat dinilai dengan mencelupkan bagian siku tangan ke dalam air mandi
  • Hindari produk perlengkapan bayi dan produk pembersih lainnya sampai bayi setidaknya berusia satu bulan, gunakan air biasa untuk membersihkan kulit bayi
  • Hanya mandikan bayi 2-3 kali seminggu pada awal-awal kehidupan (1-2 minggu pertama kelahiran)
  • Gunakan popok bayi dengan kualitas yang baik, ganti popok kotor sesering mungkin dan bersihkan area popok dengan air biasa. Bila perlu gunakan sabun bayi dan air yang mengalir.
  • Buka area yang terkena popok sesering mungkin, pertimbangkan penggunaan salep secara tipis pada area tersebut untuk melindungi lapisan stratum korneum. Salep tidak boleh bersifat antiseptik, mengandung parfum, tidak berwarna, dan tidak berpengawet.
  • Hindari penggunaan salep / lotion untuk memperbaiki penampilan kulit bayi baru lahir .
  • Pastikan tali pusat tetap bersih dan kering serta memungkinkan untuk terkena udara

    sesering mungkin .

    Nah, jangan lagi menganggap kulit nggak penting, ya. Karena ternyata fungsinya besar sekali untuk tubuh kita. Semoga kiat yang ada di atas juga bisa membantu Mommies dalam perawatan kulit si kecil!

    *Artikel ini ditulis oleh Dr. dr. Rini Sekartini Sp.A(K), anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia Jaya (IDAI)

    Sumber:

  • Jackson A. Time to review newborn skincare. Infant. 2008;4:168-71
  • Lund C, Kuller J, Lane A, Lott JW, Raines DA. Neonatal skin care: the scientific basis for practice. Neonatal Network. 1999;18:15-26.
  • Telofski LS, Morelo III AP, Correa MCM, Stamatas GN. The infant skin barrier: can we preserve, protect, and enhance the barrier?. Dermatology Research and Practice. 2012;2012:1-18.