Bukan Sekedar Menghitung Kalori

CaloriesCount-Post*Gambar dari sini

Seorang teman bercerita kenapa dia hengkang dari metode diet yang dipilihnya, yaitu berdiet dengan cara menghitung kalori. Oh, tolong jangan tanya saya mengenai metode diet ini karena saya (sejujurnya) tidak bisa menghitung kalori! Saya buta soal kalori. Tapi saya masih bisa sadar mana makanan dan minuman yang sebaiknya saya konsumsi demi kesehatan tubuh saya sampai nanti. Kembali ke masalah si teman, usut punya usut, teman saya lama-kelamaan merasa bahwa diet ini tidak cocok untuknya. Alasannya sederhana : jadi nggak konsisten mengonsumsi makanan sehat. Loh, kok bisa ya?

Kalau ada yang bertanya seperti itu, saya sebagai orang awam pun bisa menjawab, “Jelas saja metode diet menghitung kalori bisa menyesatkan pelakunya. Karena kebanyakan para pelaku diet ini hanya menghitung kalorinya saja, tetapi mengesampingkan manfaat makanan dan minuman bagi tubuh”. Yup, kebanyakan mereka hanya menghitung kalori harian saja dan masih bisa cuek makan atau minum apa saja-yang penting perut kenyang-lidah bahagia.

Padahal, sebenarnya diet kalori tidak hanya sekedar menghitung kalori harian saja atau menghitung kalori tiap jenis makanan yang masuk ke tubuh kita. Dengan ditentukannya kalori harian pelaku diet ini, maka diharapkan para pelaku diet lebih memilah makanan apa yang akan dikonsumsi. Nah, sampai di sini, jelas saja yang diharapkan adalah makanan sehat. Sayangnya, para pelaku diet metode menghitung kalori lebih menerapkan “Yang penting kalori harian nggak lebih dari 1500 kalori”. Pada praktiknya, masih banyak yang santai menikmati minuman Vanilla Milkshake ditambah sirup dan float yang menumpuk (jangan tanya saya juga gimana kandungan gulanya, yang pasti banyak banget!). Belum lagi yang masih mengonsumsi junkfood setiap hari dengan asumsi seperti sebelumnya : yang penting kalori harian tidak lebih dari ketetapan yang berlaku.

Selanjutnya: Benarkah metode seperti ini? >>