Kereta, Transportasi Pilihan Saat Membawa Balita

Membawa balita yang sedang aktif-aktifnya dalam perjalanan jauh itu bisa dibilang agak merepotkan. Awal Maret kemarin, saya dan suami membawa Gendra (14m) yang sedang senang-senangnya main dan belajar jalan menghabiskan weekend di kampung halaman suami di Sangiran, sekitar setengah jam dari Solo. Kami memilih untuk naik kereta api, karena selain harga tiket yang lebih murah (karena diskon pegawai haha), Gendra juga bisa lebih bebas untuk wira-wiri kalau bosan di perjalanan Bandung-Solo yang memakan waktu kurang lebih 9,5 jam itu.

Kami berangkat Jumat malam, sepulangnya saya dan suami dari kantor. Sebelum berangkat, Gendra sudah di-setting agar mengantuk dengan membiarkannya aktif bermain sore sebelum berangkat. Selain itu, saya juga memastikan perutnya kenyang karena biasanya kombinasi capek main dan kenyang bisa dengan cepat membuatnya tidur nyenyak. Di kereta, suami khusus membeli tempat duduk buat Gendra agar selama perjalanan ia bisa bebas duduk sendiri dan tidur dengan selonjoran di kursi, bukan di pangkuan saya (horeee jadi saya nggak pegel mangku Gendra hehe). Cara ini sukses di perjalanan menuju Solo. Gendra tertidur beberapa menit setelah kereta berangkat dan hanya ngelilir dua kali selama perjalanan.

Cara yang sama saya terapkan untuk perjalanan kembali ke Bandung. Kami naik kereta Minggu malam dari Solo. Hanya, karena siang sebelum berangkat Gendra keasikan main dengan sepupunya, jadi sore sebelum kami berangkat ia sempat tidur 2 jam. Daaaann….karena sudah bobok sore, maka di kereta saat perjalanan kembali ke Bandung, Gendra segar bugarr dengan mata yang masih 1500 watt! Di saat seperti inilah terasa manfaatnya memilih naik kereta. Selama paling nggak 3 jam sejak kereta berangkat, Gendra gak mau diam. Minta dituntun jalan mondar mandir di kereta gak ada capeknya. Duduk di lantai kereta dengan cueknya. Bayangin deh kalo kami memilih naik pesawat atau bis, Gendra pasti ngamuk karena bosen gak bisa ngapa-ngapain.

Jadi, ya, menurut kami, kereta merupakan salah satu transportasi jarak jauh yang ideal bagi kami. Bagaimana menurut Mommies?


5 Comments - Write a Comment

  1. Wahhh iyahhh betull saya wktu perjalanan Jkt-Yogya naik kereta… Alhamdulillah tidak terlalu penuh dan nyaman… kami juga naik sekitar jam 5 sore…wktu itu si dd usia 6bln tepat, ya memang sedang aktif dan tidak bisa diam..bolak balik merangkak, suka teriak2 dan memukul kaca…tetapi setelah jam malam akhurnya tertidur juga..dan hanya bangun 2x kali untuk menyusui saja.setelah dari Yogya kami menuju ke kampung nenek sekitar 5jam perjalanan dengan bus dan juga setelah beberaoa haru kami mengunjungi saudara yg di Surabaya 5jam perjalanan dengan bus…wah itu agak merepotkan dan melelahkan disamping bus nya penuh ruang geraknya juga tidak luas… lebih baik naik kereta memang…kalau pesawat belum dicoba… mudah2an ada rejekinya utk naik pesawat hehehe….

  2. Sebagai penggemar kereta api, aku juga trmasuk sering bgt bawa Tangguh naek kreta klo mudik ke jogja. Seringnya kita brduaan aja tanpa ayah sejak tangguh 1,5 thn sampe 3 thn ini. Jgn lupa amankan logistik sama mainan yg bnyk biar betah. Klo pesawat baru aja nyoba bulan lalu, alhamdulillah aman terkendali juga. Seneng klo bawa anak easy going kemana2 jd nyaman.

  3. Pas banget ketemu artikel ini. Selama ini males pergi2 jauh karena ngebayangin repotnya bawa dua anak balita. tapi, setelah dipikir2 ga ada salahnya kan nyoba, hehe. Makin semangat menjelajah Nusantara, eh, dimulai dari yang deket dulu kali ya:)

  4. Ayah Bunda, bentar lg liburan panjang ya..
    Yg pada mau ke Jogja….bawa baby, balita…gak perlu khawatir soal makannya…Bingung cari MPASI/Menu sehat, halal, no msg, organik, praktis tapi non instan untuk si kecil?? Gampang Bunda…Langsung aja hubungi @bebinutri_cateringbayi. Bebinutri siap antar sampai tujuan. Ke rumah…ke hotel…ke apartment…siaapp!!!
    Bebinutri— Nutritious Baby & Toddler Food

Post Comment