Milikku, Ya Milikmu Juga

Social-Networking*Gambar dari sini

Kami bertemu di saat yang tidak tepat. Suami yang kala itu masih memiliki pasangan, begitupun saya. Hubungan kami masing-masing dengan pasangan kami (kala itu) cukup lama, 3 tahun. Terbayang bagaimana pedih dan hancurnya pasangan dan keluarga kami masing-masing ketika saya dan suami akhirnya memutuskan untuk bersama. Pro dan kontra pasti, yang jelas lebih banyak kontranya :D

4, 5 tahun kami bersama, 1 tahun “tidak resmi” dan 3, 5 tahun kami resmi pacaran. Masing-masing dari kami sadar bahwa komunikasi itu SANGATLAH penting, dan tentunya dibarengi dengan keterbukaan. Apalagi karena kami bertemu dengan cara yang salah, maka kami ingin memperbaiki keadaan yang lebih baik.

Sebelum marak mengenai bahaya social media seperti apa, sejak masih pacaran pun kami sudah berbagi akun. Mulai dari pin ATM, password semua jejaring sosial, semua email kami, berbagai login ke berbagai situs.

Kami berbagi akun sejak tahun 2011. Awalnya memang susah dan agak bingung, dan banyak teman/kerabat yang komplain.

“Kenapa sih ga bikin 2 akun aja..kan jadi bingung ini yang kita ajak chatting siapa?”

Komentar seperti itu sudah sering kami dengar. Tapi kami tetap dengan komitmen kami. Aku ya kamu, Kamu ya aku. Tidak ada yang ditutup-tutupi, bahkan ketika mantan suami saya menghubungi suami pun, saya yang membalasnya, handphone bukan menjadi privacy kami.

Ketika ada teman suami yang mengajak mengobrol, kami akan saling memberitahu, dan membalas sendiri. Toh ya nanti pasangan bisa membaca juga.

Demi memudahkan dalam menjalankan segala aplikasi di telepon genggam (yang kadang suka rumit untuk ibu rumah tangga seperti saya),  tidak jarang kami memakai handphone dengan tipe yang sama, minimal merek yang sama.

Ada minusnya juga, ketika ipar saya ingin curhat pun dia jadi mikir.

“Jangan-jangan nanti Mbak Hepy kasih tau suaminya lagi” (yang mana adalah kakak kandungnya)”

Tapi ya bagaimanapun keterbukaan ini lebih menguntungkan saya dan suami. Dengan berbagi akun kami jadi saling tahu teman masing-masing. Temanku ya temanmu juga. Bahkan kami jadi semakin akrab dengan mereka. Dan pada akhirnya mereka sudah paham jika memang 1 akun untuk berdua.

Jika memang tidak ada yang ingin dirahasiakan kenapa tidak mencoba 1 akun jejaring untuk berdua? Ada yang mau atau sudah pernah mencoba?


Post Comment