Tatap Sekelilingmu, Jangan Hanya Layar Gadget-mu!

I watched this viral video, and this is our concern for so long, after all this time, packed into 4minutes long video.

Beberapa waktu lalu ada sebuah foto yang populer, mungkin kita semua sempat melihatnya, potret sebuah konser, 10 tahun lalu, dan saat ini. Sungguh teknologi mobile telah mengubah segalanya.

foto dari sini

Lalu yang setiap hari saya saksikan. Di gerbong kereta commuter line, atau di gerbong bis kota, di halte, ruang tunggu dokter, antrean, cafe, restoran, ada sebuah pemandangan yang seragam. Orang-orang yang menunduk, look down, menatap layar masing-masing.

Saya bahkan sempat bergurau kepada diri sendiri, sekitar 5-6 tahun lalu, if I were single, jika dalam gerbong kereta ini ada seorang pemuda yang tidak terpaku pada layarnya sendiri, maka dia lah yang akan saya pilih sebagai pacar. Or in other words, saya akan memilih seseorang yang nyaman berada di kerumunan, atau di manapun, tanpa memegang dan sibuk dengan handphonenya.

Kemudian saya ingat lagi, masa-masa ketika saya masih di sekolah menengah, saat mobile phone adalah sebuah teknologi yang sangat tidak terjangkau, saat belum ada terminologi hape dalam kamus kami. Saat aktivitas menunggu biasanya hanya diisi dengan bengong, atau ngobrol. Lingkungan, bahkan orangtua sering merujuk pada budaya Jepang, -yang orang-orangnya selalu tampak occupied saat menunggu, atau berada di antrean, dengan membaca buku- sebagai sesuatu yang positif dan patut ditiru.

They also look down! And being occupied feels more secure, tampak ‘sibuk’ dengan sesuatu memang terasa lebih nyaman dan aman daripada bengong, atau melihat dan mengamati sekitar.

Then the mobile technology becoming our closest friend. Everyone wants to feel occupied, coz it feels more secure than doing nothing.

Selanjutnya: Kita pun lebih sering melihat nama atau status teman dibanding wajah mereka >>


8 Comments - Write a Comment

  1. Saya juga berusaha membatasi gadget pada Rasya, 2 tahun 4 bulan. ia hanya boleh main tablet saat hari libur. ia akan minta nonton video di HP kalau lihat saya bawa HP. saya sedang berusaha ‘cerai’ dari HP pas bersama Rasya, supaya dia nggak ikutan lihat HP. yang masih sulit adalah TV, masih sering nyala untuk ‘backsound’ supaya nggak sepi di rumah :p

    terima kasih untuk artikelnya :) ini alarm untuk mengingatkan kita semua, karena kita adalah ibu, orang tua, yang membesarkan anak-anak luar biasa dan istimewa. Jika sekarang seperti ini dan dibiarkan, bagaimana 10 tahun mendatang? *khawatir banget!*

  2. Waduh, ini gue cukup sering ditegur sama suami. Salah satu komentarnya dia yang #jleb buat gue “Tiati lo mati sambil ngeliat handphone, ntar!”. Kejam sih, tapi dipikir2 bener juga. Dan ini idenya keren videonya, berapa banyak hal yang kita lewatin cuma karena mata kita sibuk menelusuri dunia maya? Iya kalo cuma sekedar sapi lepas di jalan tol, kalo milestone anak yang padahal kita ada di dekatnya?

    Walaupun kalo kita lihat, seringnya juga kita buru2 sibuk ngambil hp buat motret atau videoin utk upload ke socmed :D

  3. Saat bbm mulai mewabah, pasti pernah dengar ungkapan ini : “mendekatkan yg jauh, menjauhkan yg dekat”.
    Menurut gue, semua harus seimbang. Jgn sampai anak gak ngerti tentang gadget tapi jgn juga terlalu mendewakan gadget.

  4. tiba-tiba jadi teringat lima tahun yang lalu, reuni bareng temen-temen dan semua melihat ke layar hape kecuali gw karena hape gw masih jadul saat itu. aneh aja, karena kita berkumpul di satu meja tapi sibuk dengan layar hape masing-masing. akhirnya gw pilih pamit sambil bilang, lain kali kita kalo ketemuan jangan pada bawa hape ya soalnya garing kalo ketemu tapi semua sibuk sama hape.

Post Comment