Mash-Up, ‘Perkawinan’ Dua Resep Cookie

Siapa yang yang punya tradisi membuat kue kering menjelang Lebaran? Keluarga saya, iya. Tapi sayangnya, beberapa tahun belakangan ini tradisi tersebut mulai luntur. Dengan alasan kepraktisan, kami akhirnya memilih beli kue ketimbang membuatnya sendiri. Sedih, sih…. rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Apalagi kalau ingat kesempatan bikin kue bersama Bumi jadi nggak ada. Ujung-ujungnya paling hanya bikin puding. Hiks….

Lagipula,  kalau mau beli kue Lebaran kok rasanya pilihannya kurang beragam, ya? Kalau nggak nastar, puteri salju, lidah kucing atau kastengel. Standartlah! Kalau dari tahun ke tahun kuenya itu-itu terus, bosan juga kan. Berbeda kalau kita membuatnya sendiri, bisa bebas berkreasi sesuka hati sesuai selera.

Nah, buat Mommies yang ingin membuat kue spesial di hari Lebaran, mungkin bisa mencoba beberapa resep dari Chef Degan Spetoadji. Belum lama ini juri Mater Chef Indonesia bersama dengan Blue Band menghadirkan tren kue Lebaran baru, Mash- up cookie. Sebuah tren dengan ‘mengawinkan’ dua jenis kue Lebaran sehingga menciptakan cookie yang baru dan unik.

mushup1

Menurut Chef Degan, sebenarnya tren Mush-up dalam dunia baking sudah cukup populer. Misalnya, cronut (Croissant-Donut) yang cukup dikenal di Indonesia. Walaupun pembuatannya cukup rumit, tapi menurut Chef Degan untuk kue Lebaran yang ia buat bersama Blue Band resepnya sangat mudah.

Saat acara jumpa pers, Chef Degan bahkan sempat mempraktikannya di depan media. Dan terbukti, lho, pembuatannya nggak serumit yang dibayangkan. Biasanya untuk membuat satu resep  hanya butuh waktu satu jam. “Kuncinya, yang paling penting harus punya kemauan dan mau mencoba. Kalau resep pertama hasilnya gagal, itu sih biasa,” ujar Chef Degan.

Dalam membuat resep kue Mash-up, ternyata nggak ada aturan baku, lho. Perpaduan kue ini tergantung dari selera masing-masing. Tapi jangan lupa menyesuaikan karekter  kue tersebut, termasuk dengan bahan yang digunakan. Dengan begitu rasa yang dihasilkan tidak ‘tabrakan’.

Chef Degan mencontohkan salah satu resep yang ia buat, nastaple. Kalau biasanya kita makan kue nastar yang isi nanas, kali ini ia membuatnya dengan filling apel malang, lalu dicampur karamel yang mengandung gula.  Sehingga rasanya nggak jauh beda dengan nanas karena cenderung manis dan asam.

Namun, Chef Degan juga mengingatkan, kalau mau membuat kue Lebaran sebaiknya jangan terlalu lama disimpan. Ia menyarankan paling tidak dibuat satu minggu menjelang Lebaran. Terlebih kalau kue tersebut memang menggunakan bahan fresh seperti buah-buahan. Dengan begitu, diharapkan kesegarannya juga masih terjaga.

Berani untuk membuat cookie Mash-up? Untuk menginspirasi dan menggali kreativitas Mommies yang gemar membuat kue, mulai bulan Mei hingga akhir Agustus, Blue Band menggelar Blue Band Mash-Up Baking Challenge. Mommies hanya perlu berbagi pengalamannya dalam membuat kue Mash-Up. Bisa sesuai dengan 10 resep yang sudah disediakan Chef Degan, atau resep hasil kreasi sendiri.

mushup

Kalau Mommies masih ragu resep tersebut layak ikut kompetisi atau nggak, mungkin bisa mengikuti saran Chef Degan. “Membuat resep Mush-up asal campur memang bisa saja. Tapi, enak atau tidak? Buat patokan makanan keluarga itu adalah anak-anak. Kalau anak bilang makanan itu enak, itu berarti jawaban yang jujur. Kalau anak mau makan, berarti Anda sudah berhasil.”

Bagaimana, mau ikutan kompetisi ini nggak? Kalau saya pribadi, sih, harus membeli oven dulu, nih. Yah…. siapa tahu saja, suami mau membelikan saya oven listrik sebagai hadiah lebaran *ngarep* :D


2 Comments - Write a Comment

Post Comment