Bolehkah Bayi Naik Pesawat?

baby-plane*Gambar dari sini

Di bulan Mei ini, banyak sekali tanggal merah di hari-hari strategis :) Sebagian dari Anda mungkin berencana mudik atau pergi jalan-jalan dengan membawa si bayi naik pesawat terbang, bukan?

Apa saja yang harus diperhatikan saat membawa bayi naik pesawat terbang?

  • Rencanakan perjalanan dengan baik, booking jauh-jauh hari sehingga seluruh rombongan bisa duduk bersama-sama. Dengan demikian Anda punya banyak bala bantuan.
  • Informasikan bahwa Anda membawa bayi atau anak agar disiapkan seatbelt. Untuk bayi biasanya tersedia meja lipat untuk ganti diaper di tempat duduk paling depan.
  • Usahakan naik pesawat direct flight (tanpa transit) ke tempat tujuan bila memungkinkan, agar mempermudah perjalanan Anda.
  • Pertanyaan yang sering dilontarkan orangtua, pada usia berapakah anak sudah boleh atau cukup aman untuk dibawa bepergian naik pesawat terbang? Sebenarnya tidak ada usia minimal anak boleh naik pesawat. Namun semakin kecil usia anak, pertimbangkan baik-baik apakah perjalanan tersebut benar-benar penting. Mengapa? Pada usia sangat muda(<6 minggu) bayi masih sangat rentan terhadap kuman. Kabin pesawat memiliki sistem perputaran udara tertutup, kuman dari orang yang tengah sakit mudah menular. Kemudian, kadar oksigen yang relatif lebih rendah dalam kabin tidak masalah bagi kita, namun pada beberapa bayi dengan sistem pernafasan yang rentan dapat mengganggu pola nafas mereka. (Baca juga artikel ini sebagai referensi tambahan)
  • Perubahan tekanan udara dalam kabin terutama saat take-offlanding, dan turbulensi menyebabkan telinga ‘budeg’. Hal ini sangat tak nyaman bagi bayi. Sesaat sebelum take-offlanding, dan saat turbulensi, susui bayi atau berikan minum dengan dot. Empeng juga dapat digunakan tapi lebih efektif minum. Lakukan SEBELUM bayi merasa ‘budeg’, agar tak sempat rewel, karena rasa tersebut sangat tak nyaman dan dapat membuatnya rewel sepanjang perjalanan.
  • Bawa beberapa mainan dan buku yang disukai anak, agar ia sibuk beraktivitas sepanjang perjalanan. Demikian pula kue dan minuman favoritnya.
  • Pakaikan pakaian yang mudah dikenakan dan dilepas, just in case ada tumpahan atau muntahan, sehingga mudah diganti. Jangan lupa bawa jaket.
  • Pikirkan bawaan yg ringkas dan tepat guna. Hindari membawa semua benda hanya untuk ‘berjaga-jaga’-berat dan belum tentu ketemu saat diperlukan.
  • Terakhir, datanglah lebih awal dari waktu keberangkatan yang seharusnya, karena membawa bayi atau anak bukanlah hal yang mudah.

Happy traveling!

TanyaDok adalah cara hidup sehat modern, memberikan akses kesehatan kapan pun, di mana pun bagi keluarga Indonesia dengan tanya dokter online, artikel kesehatan, solusi hidup sehat, komunitas kesehatan dan rujukan ke pelayanan kesehatan. Cari dan tanyakan masalah kesehatanmu di sini www.tanyadok.com dan follow kami di @tanyadok atau like kami di www.facebook.com/tanyadokteranda.


One Comment - Write a Comment

  1. dan jangan lupa kalo punya budget lebih jangan naik L*on karena bulan lalu saya & baby 6 bulan terbang Jakarta-TanjungPinang pesawat delay 1 jam tapi penumpang sudah ada di pesawat semua & AC tidak dinyalakan ( mungkin biar irit T_T )
    Akibatnya baby saya rewel sepanjang mau take off, setelah take off baru maknyess..sejuuk

Post Comment