Bayi Kuning Saat Menyusui, Apakah Berbahaya?

md-artikel

Breastmilk Jaundice

Breastmilk jaundice adalah proses kekuningan yang biasanya timbul pada bayi cukup bulan dan diberi ASI dengan teratur dan cukup. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui, walaupun ada yang memperkirakan disebabkan oleh sesuatu hal di ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Biasanya breastmilk jaundice cenderung diturunkan secara genetis dan terjadi pada 2-4% bayi yang baru lahir. Breastmilk jaundice biasanya berlangsung selama 4 sampai 12 minggu setelah lahir. Ibu yang bayinya mengalami breastmilk jaundice maka 70% dapat berulang kembali pada bayi berikutnya.

Apakah ini artinya ASI “beracun”, dok? Tidak. Adanya kekuningan ini bukan berarti ASI tidak baik atau ASI harus dihentikan. ASI tetap dilanjutkan untuk bayi ini.

Apakah bilirubinnya tetap harus diperiksa? Ya, kadar bilirubin harus tetap diperiksa untuk mengetahui angka kadar pastinya. Pengawasan ini diperlukan untuk menghindari komplikasi, walaupun jarang terjadi.

Breastmilk jaundice harus dibedakan dengan breastfeeding jaundice yang akan dibahas di bawah ini.

Breastfeeding Jaundice

Breastfeeding jaundice disebabkan karena bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup (bedakan dengan breastmilk jaundice yang bayi mendapatkan cukup ASI) dan bayi terlambat untuk mulai mendapatkan ASI. Ketika bayi tidak mendapatkan cukup ASI, maka pergerakan sistem pencernaannya berkurang, sehingga bilirubin tidak banyak dikeluarkan dan menumpuk dalam darah. Bilirubin seharusnya dikeluarkan bersama feses (kotoran).

Apakah berbahaya?

Pada umumnya, kedua ini tidak berbahaya jika dilakukan pemeriksaan, penanganan, dan pengawasan yang tepat oleh dokter. Jika bilirubin sangat tinggi, maka dapat terjadi keracunan bilirubin (bilirubin toxicity). Bilirubin yang menembus sawar darah otak (blood-brain barrier) dan masuk ke dalam otak menyebabkan komplikasi gangguan saraf otak yang disebut ensefalopati akut hingga kernikterus. 

Tanda-tanda komplikasi dibagi dalam tiga fase, yaitu:

  • fase awal: bayi tampak lemas, tidak menggerakan otot, menangis dengan nada tinggi, dan penurunan daya menghisap
  • fase menengah: kejang dan tampak sangat rewel dan gelisah. Fase ini dapat amat berbahaya bagi bayi dan dapat menyebabkan kematian
  • fase lanjut: kejang, kesulitan bernafas, koma, dan dapat sebabkan kematian

Namun, sekali lagi, komplikasi dapat dicegah dengan pemeriksaan, penanganan, dan pengawasan yang tepat oleh dokter. Maka kita tidak boleh membiarkan bilirubin menjadi sangat tinggi.

Selanjutnya: Bagaimana mencegahnya?  >>


Post Comment